4 Pernyataan Mahfud Md soal Rencana Pembangunan Lapas Gunakan Aset BLBI

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md menyampaikan sejumlah pernyataan terkait rencana pembangunan lapas baru menggunakan lahan aset Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Mahfud mengatakan, rencana pembangunan lapas tersebut telah disetujui Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Soal lapas sudah bicara dengan Bu Menkeu, dan kemarin sudah melaporkan ke Presiden yaitu kita punya tanah yang bisa dipakai dan semuanya setuju, anggaran pembangunannya disusun dulu. Kalau presiden mengatakan udah gunakan saja untuk kepentingan negara, untuk apa tidak dipakai begitu," ujar Mahfud saat konferensi pers, Selasa 21 September 2021.

Kendati demikian, dirinya mengatakan kalau rencana ini perlu pengkajian ulang dengan atas persetujuan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Karena Mahfud mengakui, rencana pembangunan lapas baru sudah direncanakan sejak 2004 antara pemerintah dengan DPR. Namun, rencana tersebut terkendala masalah anggaran.

Diketahui rencana pembangunan lapas baru ini merupakan upaya dari pemerintah untuk mengatasi masalah kelebihan kapasitas lapas di Indonesia.

Berikut merupakan 4 pernyataan Menko Polhukam Mahfud Md soal rencana bangun lapas baru dirangkum Liputan6.com:

1. Rencana Sudah Ada Sejak 2004

Pemerintah berencana akan membangun lapas baru. Hal tersebut seiring dengan adanya kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Kota Tangerang,Banten.

"Saya bicarakan dengan Pak Menkumham. Kami berencana segera membangun lapas lapas karena sudah over kapasitas," kata Mahfud.

Mahfud mengatakan rencana tersebut sudah direncanakan sejak 2004 antara pemerintah dengan DPR. Namun, rencana tersebut terkendala masalah anggaran.

2. Sebut Presiden Jokowi Setuju Bangun Lapas dengan Aset BLBI

Mahfud kemudian mengatakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi setuju dengan rencana pembangunan lapas dengan memanfaatkan aset Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

"Soal lapas sudah bicara dengan Bu Menkeu, dan kemarin sudah melaporkan ke Presiden yaitu kita punya tanah yang bisa dipakai dan semuanya setuju, anggaran pembangunannya disusun dulu. Kalau presiden mengatakan udah gunakan saja untuk kepentingan negara, untuk apa tidak dipakai begitu," kata Mahfud.

3. Koordinasi dengan Menkeu

Mahfud pun mengaku sudah membicarakan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani agar pembangun lapas dengan memanfaatkan aset Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

"Darimana ribuan hektare ini, saya sudah bicara dengan kementerian keuangan tadi, tanah-tanah dari BLBI yang sekarang kami kuasai itu. Oke nanti lembaga pemasyarakatan perlu berapa, di seluruh Indonesia," ungkap dia.

4. Tetap Perlu Dikaji Ulang

Meski begitu, Mahfud menegaskan, rencana tersebut masih dikaji ulang. Sehingga, kata dia, nantinya keputusan itu akan dirampungkan oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

"Tapi kalau tanahnya nanti kita tentukan di mana. Jadi itu dalam rencana, dan tergantung Kemenkumham, dan nanti dengan saya untuk merancang apakah lapas-lapas atau rehabilitasi," pungkas Mahfud Md.[liputan6.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan