5 Fakta Ali Kalora, Pengganti Santoso yang Akhirnya Tewas Ditembak Aparat

Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora tewas ditembak aparat saat terjadi kontak senjata di Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Berikut sejumlah fakta yang dihimpun dari berbagai sumber:

1. Dikonfirmasi Mahfud MD

Kabar tewasnya Ali Kalora dikonfirmasi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD melalui akun Twitternya.

"Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora yang pernah menggegerkan karena menyembelih banyak warga dengan sadis di Sulteng, setelah buron hampir setahun, hari ini ditembak mati oleh Densus AT/88. Ia ditembak bersama seorang anak buahnya yang bernama Ikrimah. Masyarakat harap tenang," cuit @mohmahfudmd, Sabtu (18/9/2021).

2. Ali Kalora Penggganti Santoso

Dihimpun dari berbagai sumber, Ali Kalora merupakan pemimpin MIT pengganti Santoso yang telah ditembak mati beberapa tahun lalu. MIT terafiliasi atau telah menyatakan sumpah setia kepada ISIS.

3. Ali Kalora Bersembunyi di Hutan

Ali Kalora dengan pengikutnya yang semakin kecil kerap bersembunyi di hutan belantara di sekitar Poso dan Parigi Moutong. Pelariannya harus terhenti setelah ditembak mati oleh Satgas Madago Raya.

4. Biodata Ali Kalora

Ali Kalora lahir di Poso. Ia memiliki seorang istri yang bernama Tini Susanti Kaduka, alias Umi Farel. Nama Kalora pada namanya, diambil dari desa tempatnya dilahirkan.

Ali Kalora dikenal dekat dengan Santoso. Dengan berbekal kedekatan itu ia akhirnya didapuk menjadi pemimpin MIT.

5. Pernah Penggal Warga Sekitar

Kelompok MIT pimpinan Ali Kalora juga pernah memenggal sejumlah warga di perkampungan. Presiden Jokowi bahkan sampai angkat bicara agar jajarannya mengejar kelompok tersebut. [okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan