Akun IG Bupati Banjarnegara Hilang Usai Posting Bantah Terima Rp 2,1 M

Postingan akun tersangka dugaan korupsi, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono sempat ramai di media sosial pada Jumat (3/9) malam. Saat itu, akun @budhisarwono mengunggah bantahan menerima pemberian dari pemborong, tapi akun itu kini hilang tak bisa diakses.

Berdasarkan pantauan detikcom, Minggu (5/9) pukul 09.00 WIB, akun @budhisarwono tidak dapat diakses dengan informasi 'pengguna tidak ditemukan'.

Sebelumnya, akun @budhisarwono mengunggah bantahan terhadap KPK. Akun instagram @budhisarwono, ia menyampaikan kepada masyarakat Banjarnegara jika dirinya tidak menerima sejumlah uang seperti yang disampaikan KPK. Ia meminta untuk menunjukkan siapa yang memberi.

"Assalamualaikum, untuk masyarakat Banjarnegara, hari ini saya diduga menerima uang Rp 2,1 miliar oleh KPK. Maka saya mohon kepada mereka untuk menunjukan yang memberi, siapa kepada siapa. Silakan ditunjukkan," kata akun @budhisarwono.

Dalam postingan yang diunggah sekitar pukul 00.00 WIB pada Sabtu (4/9), akun @budhisarwono menegaskan tidak pernah menerima pemberian dari pemborong. Ia juga menuturkan tidak perlu banyak kata untuk membela diri.

"Insya Allah saya tidak pernah menerima pemberian dari pemborong, tidak pernah menerima sama sekali. Tolong ditunjukkan yang memberi siapa. Masyarakat Banjarnegara adalah masyarakat yang cerdas. Tidak perlu banyak kata untuk membela diri, gusti Allah mboten sare (Tuhan tidak tidur, -red)," lanjut akun@budhisarwono.

Di akhir tulisan, akun @budhisarwono juga menuliskan. "Paku yang dipukul dengan palu adalah paku yang lurus berdiri, bukan yang bengkok kesana kemari walaikumsalam."

Postingan tersebut saat itu telah mendapat komentar dari seribu lebih netizen dan like sebanyak 7.000 lebih.

KPK pun langsung merespons unggahan akun @budhisarwono tersebut. KPK Memastikan tidak ada barang elektronik di sel Budhi.

"Kami ingin sampaikan, KPK langsung melakukan penggeledahan di kamar tahanan, dan tidak ditemukan alat komunikasi," kata Ali dalam konferensi pers di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Sabtu (4/9).

Ali mengatakan Budhi mengaku tidak bisa menggunakan media sosial (medsos). Ali menduga postingan di Instagram Budhi itu bukan diunggah oleh Budhi.

"Dan tersangka bisa menyatakan tidak bisa menggunakan medsos, namun KPK memastikan seluruh tahanan dilarang membawa alat komunikasi, kami pastikan. Kami juga rutin periksa setiap tahanan KPK melalui kamera pengawas 1x24 jam. Oleh sebab itu, terkait postingan dimaksud bisa dimungkinkan dilakukan oleh pihak lain, karena tersangka sendiri menyatakan tidak bisa menggunakan medsos," tegas Ali. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan