Arteria Dahlan Minta yang Desak Menkumham Mundur Supaya Waras

Sejumlah pihak mendesak Yasonna Laoly mundur dari jabatan Menteri Hukum dan HAM. Desakan mundur ini tak terlepas dari peristiwa kebakaran Lapas Kelas I Tangerang. Anggota DPR RI Fraksi PDIP Arteria Dahlan membela Yasonna.

"Ya kita minta yang ngomong supaya waras," kata Arteria kepada wartawan, Kamis (9/9/2021).

Anggota komisi hukum DPR RI ini mengingatkan jangan sampai kebakaran Lapas Tangerang ditunggangi kepentingan politik tertentu. Apa lagi hingga menyeret nama Yasonna.

"Jangan sampai musibah ditunggangi kepentingan politik tertentu. Sampai juga mendongkel Menteri Hukum dan Dirjen PAS," ujar anggota Komisi III DPR itu.

Lantas siapa yang patut bertanggung jawab atas kebakaran Lapas Tangerang? Arteria justru memberikan analogi mengendarai kendaraan.

"Dipikir saja siapa. Lu bawa mobil, lu dikasih mobil CC-nya 200 CC, bensinnya cuma seliter, lu suruh nyampe cepet-cepet, ya kan, yang jaraknya 100 kilo, dari awal lu sudah tahu nggak bakal sampe, itu poinnya," imbuhnya.

Anggota DPR RI Fadli Zon sebelumnya menyebut Menkumham Yasonna Laoly harus bertanggung jawab atas insiden kebakaran Lapas Tangerang. Fadli menilai kondisi overkapasitas berarti tidak ada perbaikan sampai saat ini.

"Kapasitas lapas yang lampaui batas tampung adalah masalah klasik dari waktu ke waktu. Ternyata tak ada perbaikan," kata Fadli lewat cuitan di akun Twitternya @fadlizon, Kamis (9/9).

Fadli pun menilai Menkumham Yasonna Laoly sebagai salah satu yang harus bertanggung jawab atas insiden di Lapas Kelas I Tangerang tersebut. Dia mendesak Yasonna Laoly mundur dari jabatannya.

"Menkumham harus tanggung jawab. Insiden yang menewaskan 41 orang narapidana ini peristiwa besar, menyangkut nyawa orang Indonesia yang harus dilindungi. Sebaiknya Menkumham mundur kalau masih punya malu," ujarnya.

Anggota Komisi III Fraksi PAN Sarifuddin Sudding mengatakan insiden terbakarnya Lapas Kelas I Tangerang hingga menewaskan 44 orang ini menjadi pelajaran besar. Dia meminta Yasonna mengundurkan diri.

"Ini ada tragedi kemanusiaan dan kita tidak bisa tutup mata begitu saja. Ada 44 korban jiwa di sana. Kalau dia (Yasonna) punya moral, dia harus mengundurkan diri sebagai pertanggungjawaban atas tewasnya 44 orang. Jadi bukan lagi tanggung jawab itu diserahkan ke kalapas atau dirjen, tapi dia sebagai pengambil kebijakan harus bertanggung jawab penuh," katanya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan