BIN Menyusup ke Taliban Cegah Perpecahan Merembet ke Indonesia

Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto menyebut pihaknya terus berupaya memperkuat diplomasi di seluruh elemen. BIN menyusup masuk ke kelompok-kelompok perlawanan, termasuk Taliban, di Afghanistan.

"Kita menyusup ke seluruh kelompok-kelompok perlawanan, termasuk ke dalam Taliban sendiri. Kelompok perlawanan lainnya yang kita terus usahakan," kata Wawan dalam diskusi yang ditayangkan di YouTube Gelora TV, seperti dilihat, Kamis (2/9/2021).

Wawan menjelaskan tujuan dari penyusupan BIN tersebut. Menurutnya, hal itu bertujuan demi menjaga dan mencegah perang merembet hingga ke Indonesia.

"Kita terus usahakan supaya mereka tetap menjaga komitmen, supaya tidak sedikit-sedikit melepaskan emosi untuk meledakkan bom, termasuk bom bunuh diri," ucapnya.

Wawan tak menjelaskan kelompok mana saja yang sudah disusupi oleh BIN. Yang pasti, kata Wawan, Indonesia tidak ingin terjadi kekacauan di dalam negeri karena peperangan.

"Menjaga lebih baik daripada mengobati, karena setelah terjadi serangan pasti ada dendam di situ dan kita ingin supaya semua pihak menahan diri. Jadi kita sekarang bergerak untuk menyusupkan teman-teman kita kepada tubuh lawan-lawan itu di berbagai negara untuk bareng-bareng menjaga karena secara prinsip Indonesia tidak ingin terjadi perpecahan," ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa bangsa Indonesia kerap terbawa suasana gejolak masalah di negara Timur Tengah. Sebab, kata dia, Indonesia dengan negara-negara Timur Tengah memiliki ikatan religi.

"Maka sebelum ini semua menjadi pecah nggak karuan lebih baik kita masuk dulu ke seluruh elemen dan kita berusaha sekeras-kerasnya, sekuat-kuatnya melakukan penetrasi dan sekarang sih tampaknya masih kita mampu melakukan kontrol itu," katanya.

"Dan mudah-mudahan dengan diplomasi yang baik tadi Insyaallah bisa mencegah ada perpecahan dan perseteruan panjang yang membawa korban," imbuhnya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan