Bobby Ungkap Asal-usul APBD Rp 1,6 T Ngendap di Bank yang Disentil Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti besarnya APBD Kota Medan yang tersimpan di bank. Wali Kota Medan Bobby Nasution menjelaskan asal-usul APBD tersebut.

Menurut Bobby, salah satu sumber APBD yang mengendap di bank ialah sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) tahun berkenaan tahun 2020. Menurutnya, ada sisa anggaran Rp 600 miliar dari APBD Medan 2020.

"Ada Silpa, kan kita tahu kemarin Silpa kita ada Rp 600 miliar," ucap Bobby di rumah dinas Gubsu, Medan, Senin (20/9/2021).

Bobby mengatakan sudah memerintahkan anak buahnya agar APBD Medan yang masih mengendap di bank segera digunakan untuk menuntaskan berbagai proyek. Dia mengaku sudah membentuk tim percepatan terkait penyerapan APBD.

"Sudah kami lakukan, pasti kami laksanakan untuk realisasi. Kami sudah punya tim percepatan," ujarnya.

Bobby juga memerintahkan anak buahnya untuk mempercepat tender proyek yang akan dikerjakan di tahun 2022. Dia berharap percepatan tender bisa membuat pengerjaan proyek lebih cepat.

"Ini yang saya katakan ke depannya tahun 2022, saya minta tender itu harus tahun ini. Mulai dari rapat internal, RPJMD saya sampaikan harus cepat. Bahkan di fisik, di PU (Dinas Pekerjaan Umum) anggarannya kita tambah sampai dengan Rp 1 triliun, bulan 9 nggak boleh ada yang kerja lagi," jelasnya.

Sebelumnya, Bobby juga telah memberi penjelasan soal duit APBD yang masih mengendap di bank. Penjelasan disampaikan Bobby untuk menjawab sentilan dari mertuanya sendiri, Presiden Jokowi.

"Sebenarnya yang itu Rp 1,6 triliun karena memang yang saya lihat di situ datanya beda-beda sedikit saja. Namun, kalau ditanya kenapa, apakah serapannya kurang atau seperti apa. Ini kegiatannya lagi berjalan," kata Bobby di kantor Wali Kota Medan, Jumat (17/9).

Bobby Nasution mengatakan banyak proyek yang sedang berjalan dan belum tuntas. Dia mengatakan hal itu menjadi penyebab pihaknya belum bisa melakukan pembayaran sehingga uang masih berada di bank.

"Memang banyak kegiatan yang sudah berjalan tapi belum selesai. Kegiatannya sudah berjalan tapi belum selesai. Jadi kalau belum selesai belum bisa pembayaran. Jadi ketika nanti sudah selesai baru ada pembayaran," sebut Bobby.

Sentilan Jokowi

Persoalan anggaran Pemko Medan yang mengendap di bank ini disoroti Jokowi. Hal itu disampaikan Jokowi saat kunjungan kerja ke Sumut.

Jokowi awalnya berbicara soal pertumbuhan ekonomi di Sumut di angka 4,94 persen. Setelah itu, Jokowi berbicara soal angka inflasi Sumut yang di atas nasional.

"Di Sumut hati-hati, pertumbuhan ekonomi di 4,95, berarti di bawah nasional, nasional 7,30. Inflasi sudah di atas nasional. Kita 1,5, inflasi di sini 2,1 persen. Hati-hati dengan inflasi. Artinya, ada barang-barang yang akan naik harganya di Sumatera Utara," kata Jokowi di rumah dinas Gubsu, Medan, Kamis (16/9).

Jokowi mengingatkan angka pertumbuhan ekonomi di Sumut bisa turun jika COVID-19 tidak dapat dikendalikan. Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi ini, kata Jokowi, yang harus dilakukan adalah realisasi APBD.

"Realisasi APBD di Sumut 55,2 persen. Yang paling rendah di Mandailing Natal, 28 persen, hati-hati," ucap Jokowi.

Jokowi kemudian berbicara soal APBD yang masih tersimpan di bank. Jokowi menegur Wali Kota Medan Bobby Nasution karena APBD yang tersimpan di bank mencapai Rp 1,8 triliun.

"APBD (Sumut) di bank Rp 1,3 triliun, yang terbesar Medan, sudah dicek. Yang bagus APBD realisasi investasi (Sumut) Rp 4,1 triliun dan PMDN 9,9. Cek betul angka-angka ini. Saya dapat data dari Menteri Keuangan, nggak akan meleset. Segera lakukan realisasi, serapan anggaran secepatnya, sehingga memudahkan ekonomi di daerah," jelas Jokowi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan