Detik-detik Penangkapan Kepala Distrik di Yahukimo Penyandang Dana KKB

Kepala Distrik Wusama, Kabupaten Yahukimo, Papua, berinisial EB (38) ditangkap Tim Satgas Penegakan Hukum Nemangkawi. EB diduga menjadi penyandang dana teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Penangkapan bermula dari adanya informasi masyarakat tentang sebuah kendaraan roda empat kerap hilir mudik Dekai menuju kali Brazza. Dari situ, Tim Satgas Nemangkawi mengamankan seorang sopir kendaraan tersebut yang berinisial HH.

"Ketika dilacak kendaraan tersebut justru melintas di depan Mapolres Yahukimo dan langsung digiring masuk ke dalam Mako Polres Yahukimo. Saat diamankan, ada seorang pria berinisial HH yang merupakan supir kendaraan tersebut," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (1/9/2021).

Setelah itu, Tim Satgas Nemangkawi memeriksa HH. Dari hasil keterangan HH, diketahui ada belasan orang yang tergabung dalam KKB yang saat itu sedang berada di rumah EB.

"Kemudian penyidik Polres Yahukimo melakukan pemeriksaan dan didapati informasi bila ada belasan orang yang terkait dengan KKB tengah berada di Rumah Kepala Distrik Wusama berinisial EB (38)," kata Ahmad.

Tim Satgas Nemangkawi lalu bergerak menuju kediaman EB di Distrik Wusama untuk melakukan penangkapan. Setiba di rumah EB, Tim Satgas Nemangkawi turut mengamankan tiga orang lainnya.

Ketiganya sudah ditahan di Rutan Mapolres Yahukimo. Selain EB dan HH, dua orang yang diamankan ialah YB alias Umbai (28) dan YH.

Peran 4 Pelaku

Ahmad mengatakan keempatnya memiliki peran yang berbeda-beda. EB sendiri diketahui berperan sebagai Kepala Distrik Wusama sekaligus otak dan penyokong dana untuk aktivitas KKB.

Sementara itu, HH seorang sopir yang turut diamankan berperan sebagai kurir pengantar keperluan KKB.

Y, yang diketahui sebagai keponakan EB, berperan menyiapkan logistik KKB. Sedangkan satu orang lainnya, YH, merupakan anggota KKB yang ikut dalam berbagai aksi teror.

"Sementara YH merupakan anggota KKB yang kerap ikut langsung dalam berbagai aksi, termasuk pembunuhan empat pekerja bangunan di Kampung Bingky Distrik Seradala pada tanggal 29 Juni 2021 dan pembunuhan dua pekerja PT Indo Papua di Jembatan Kali Brazza pada tanggal 22 Agustus 2021," ujar Ahmad.

Saat ini keempatnya sudah ditetapkan sebagai tersangka terkait sejumlah aksi teror dan pembunuhan berencana yang beberapa waktu belakangan terjadi di wilayah Yahukimo.

Sebelumnya, Tim Satgas Penegakan Hukum Nemangkawi menangkap EB, Kepala Distrik Wusama, Kabupaten Yahukimo, Papua. EB diduga terlibat dalam KKB yang sering kali menebar aksi teror di wilayah itu.

Dilansir Antara, Rabu (1/9), EB diduga sebagai otak dan penyandang dana untuk aktivitas KKB. Ketua Tim Satgas Gakkum Nemangkawi Kombes Faizal Rahmadani mengatakan, selain menangkap EB, tim menangkap tiga orang lainnya, yakni EH, Y, dan YH. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan