Jawaban Yasonna soal Desakan Mundur Gegara Kebakaran Lapas Tangerang

Menkumham Yasonna Laoly didesak mundur oleh beberapa pihak pascainsiden kebakaran Lapas Kelas I Tangerang. Apa kata Yasonna?

Yasonna awalnya merespons soal penetapan 3 tersangka. "Biar saja proses berjalan, kita tunggu kami sedang perbaiki sekarang, kita sedang membentuk tim psikolog untuk membantu korban-korban ini karena traumanya berat ya itu kita lakukan, 48 sudah dikembalikan ke keluarga, dikebumikan," kata Yasonna di Kompleks Parlemen DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/9/2021).

"Semua kita tanggung biayanya, termasuk santunan kita sudah dibayar tinggal satu WNA sekarang yang belum, kita tunggu bagaimana dari negara yang bersangkutan di Nigeria kalau mereka katakan kubur di sini atau kremasi kita akan lakukan," lanjut Yasonna.

Yasonna lantas merespons pertanyaan media terkait adanya desakan mundur terhadapnya. Dia menjawab singkat.

"Kita ini anteng-anteng saja," kata Yasonna, menjawab pertanyaan media terkait desakan mundur.

Desakan mundur untuk Yasonna

Beberapa anggota DPR mendesak Yasonna mundur pascainsiden tersebut salah satunya Fadli Zon. Fadli mengatakan pemerintah telah gagal menyelesaikan persoalan lapas secara sistemik dan fisik. Padahal, menurutnya, 41 narapidana di Lapas Kelas I Tangerang wajib dilindungi oleh negara.

"Artinya, pemerintah gagal selesaikan soal ini, baik secara sistemik maupun fisik. 41 napi warga RI wajib dilindungi tumpah darahnya," ucapnya.

Fadli pun menilai Menkumham Yasonna Laoly sebagai salah satu yang harus bertanggung jawab atas insiden di Lapas Kelas I Tangerang tersebut. Dia mendesak Yasonna Laoly mundur dari jabatannya.

"Menkumham harus tanggung jawab. Insiden yang menewaskan 41 orang narapidana ini peristiwa besar, menyangkut nyawa orang Indonesia yang harus dilindungi. Sebaiknya Menkumham mundur kalau masih punya malu," ujarnya.

Desakan itu juga datang dari anggota Komisi III Fraksi PAN Syarifuddin Suding. Suding mengatakan insiden terbakarnya Lapas Kelas I Tangerang hingga menewaskan 44 orang ini menjadi pelajaran besar. Dia meminta Yasonna mengundurkan diri.

"Ini ada tragedi kemanusiaan dan kita tidak bisa tutup mata begitu saja. Ada 44 korban jiwa di sana. Kalau dia (Yasonna) punya moral, dia harus mengundurkan diri sebagai pertanggungjawaban atas tewasnya 44 orang. Jadi bukan lagi tanggung jawab itu diserahkan ke kalapas atau dirjen, tapi dia sebagai pengambil kebijakan harus bertanggung jawab penuh," katanya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan