Jokowi Tambah Suntikan Modal Negara Rp2,25 T ke SMF

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan suntikan dana melalui penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp2,25 triliun untuk PT Sarana Multigriya Finansial (SMF). Suntikan ini untuk memperbaiki struktur permodalan dan menambah kapasitas usaha perusahaan.

Pemberian PMN tertuang di Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 90 Tahun 2021 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial. Beleid tersebut berlaku sejak diundangkan pada 30 Agustus 2021.

"Penambahan penyertaan modal negara bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2021," tulis Pasal 2 ayat 2 PP 90/2021 seperti dikutip CNNIndonesia.com, Jumat (3/9).

Harapannya, tambahan dana itu bisa digunakan untuk membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan yang terjangkau. Khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui penyediaan sumber dana jangka menengah atau jangka panjang.

Sebelumnya, rencana pemberian PMN ke SMF sudah tertuang di APBN 2020. Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan dana ini akan disulap oleh perusahaan menjadi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) berskema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Pemerintah (FLPP) bagi pembangunan 157.500 rumah.

"Ini akan menjadi 157.500 rumah di mana bunganya 5 persen selama 20 tahun tidak berubah, sehingga masyarakat berpenghasilan rendah bisa menjangkau pembiayaan untuk mendapatkan hunian," ungkap Ananta, akhir tahun lalu.

Kendati begitu, target penyaluran pembiayaan ini tak cukup ditutup oleh suntikan modal dari negara saja. Maka dari itu, perusahaan turut merogoh modal dari kantong pribadi sekitar Rp900 miliar dan menerbitkan surat utang dengan target penghimpunan dana mencapai Rp3,23 triliun.

Dengan begitu, total dana yang dikumpulkan mencapai Rp6,37 triliun. Selain itu, perusahaan juga masih akan menerima alokasi dana pemerintah khusus untuk pembiayaan rumah MBR sebesar Rp16,6 triliun dan pengembalian pokok KPR FLPP Rp2,5 triliun.

"Jadi semua kalau ditotal ada Rp25,4 triliun yang kalau dibagi bisa menjadi 157.500 rumah," tandasnya.[cnnindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan