Kekayaan Naik 11 Kali Lipat, Menag: Bukan Hasil Korupsi!

Sejumlah pejabat pemerintah disorot lantaran memiliki harta kekayaan yang cukup drastis, salah satunya Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Yaqut menegaskan penambahan hartanya itu sebelum menjadi menteri dan merupakan hasil dari usaha pribadinya, bukan dari korupsi.

Yaqut menjelaskan, harta kekayaan yang dilaporkan pada tahun 2018 sebesar Rp 936.396.000. Kemudian Yaqut dilantik sebagai Menteri Agama (Menag) pada23 Desember 2020. Kemudian harta kekayaannya meningkat saat dilaporkan dalam LHKPN 31 Desember 2020 sebesar Rp 11,2 miliar.

Yaqut mengaku rutin melaporkan harta kekayaannya sebagai komitmen terhadap transparansi dan regulasi. Yaqut mengaku penambahan hartanya diperoleh saat sebelum menjabat Menag, sebelumnya selain pernah menjadi anggota DPR, Yaqut mengaku pendapatannya juga berasal dari usaha pribadinya.

"Penambahan harta Menag diperoleh sebelum menjabat sebagai Menteri Agama. Selain sebagai anggota DPR, pendapatan itu diperoleh melalui usaha pribadi, bukan hasil korupsi," kata Menag Yaqut saat dihubungi, Rabu (15/9/2021).

Penjelasan Menag soal harta kekayaannya naik drastis. (Dok. Kemenag)

Sebelumnya, sejumlah pejabat pemerintahan disorot lantaran mengalami kenaikan harta cukup drastis. Salah satu pejabat yang disorot publik adalah Yaqut Cholil Qoumas karena dinarasikan harta kekayaannya mengalami peningkatan drastis saat masa pandemi Corona.

Namun, saat dicek di data LHKPN KPK, harta kekayaan Menag Yaqut yang dilaporkan pada 2018 sebesar Rp 936.396.000. Sementara pada 2020 dalam LHKPN Yaqut harta kekayaannya meningkat sehingga nilainya menjadi Rp 11.158.093.639. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan