Kekayaan Selama 2 Tahun Turun Rp 1,2 T, Ini Penjelasan Sandiaga

Harta sejumlah menteri yang tergabung di Kabinet Indonesia Maju tercatat turun berdarah-darah selama beberapa tahun terakhir. Salah satu menteri yang hartanya turun drastis adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno.

Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilihat di situs e-LHKPN KPK, Rabu (15/9/2021), jumlah harta Sandiaga tercatat turun Rp 1,2 triliun dalam 2 tahun.

Saat ditemui di Kampus ITS, Sandiaga Uno mengaku tidak pernah menghitung hartanya Dia bersyukur atas apa yang didapatkan selama ini.

"Kalau saya ini sudah luar biasa, sudah dapat karunia dari Allah SWT. Jadi bagi kami, rezeki itu sudah dikumpulkan yang di atas, saya juga tidak pernah ngitung," kata Sandiaga kepada wartawan, Kamis (16/9/2021).

Mantan Cawapres RI ini menegaskan, fokusnya saat ini memberi kontribusi semaksimal mungkin di sektor pariwisata. Apalagi, sektor ini sangat terdampak akibat pandemi COVID-19.

"Ya kita tentunya memberikan kontribusi kepada tugas sekarang di kemenparekraf, luar biasa 34 juta masyarakat Indonesia menggantungkan hidupnya di sektor pariwisata ini," tegasnya.

Dirinya mengaku akan semakin terpacu untuk bekerja keras meningkatkan perekonomian di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Tapi tentunya ini semakin membuat saya terpicu dan terpacu untuk kerja keras lebih lagi untuk kebangkitan sektor Kemenprekraf," jelasnya.

Saat ditanya hartanya yang merosot di bisnis apa saja, Sandiaga menjawab singkat.

"Sudah bisa dilihat di laporan LHKPN ya," tandasnya.

Sebelumnya, Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilihat di situs e-LHKPN KPK, Rabu (15/9/2021), jumlah harta Sandiaga tercatat turun Rp 1,2 triliun dalam 2 tahun.

Dalam LHKPN yang diserahkan pada 13 Agustus 2018, harta Sandiaga yang kala itu menjadi calon wakil presiden tercatat berjumlah Rp 5 triliun. Kekayaan Sandiaga turun Rp 1,2 triliun dalam LHKPN-nya yang disetor pada 31 Desember 2020 menjadi Rp 3,8 triliun. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan