Luhut Beberkan 3 Kunci Pandemi Covid Bisa Jadi Endemi

Pemerintah menargetkan pandemi Covid-19 di Tanah Air bisa segera menjadi endemi, setidaknya pada 2022. Namun demikian, ini bisa dicapai apabila transisi ke endemi dapat terlaksana dengan baik.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, ada tiga kunci transisi dari pandemi bisa menjadi endemi, antara lain peningkatan vaksinasi seluruh masyarakat Indonesia, dilakukannya 3T yakni testing (pengetesan), tracing (penelusuran kontak erat), dan treatment (perawatan pasien Covid-19).

Selain itu, masyarakat juga harus tetap patuh pada protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

"Tiga kunci transisi menjadi endemi adalah peningkatan coverage vaksinasi seluruh masyarakat, 3T baik dan kepatuhan 3M yang tinggi," ungkap Luhut dalam keterangan pers, Senin (06/09/2021) malam.

Dia mengatakan, pemerintah tetapkan akan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi sebagai integrator strategi ini, sehingga diharapkan bisa meminimalkan kasus Covid-19 saat pembukaan aktivitas di masyarakat secara bertahap.

"Sistem Peduli Lindungi akan jadi integerator, sehingga meminimalkan Covid-19 saat pembukaan aktivitas bertahap," ujarnya.

Luhut mengatakan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Yogyakarta turun ke level 3 dari sebelumnya level 4. Sementara Bali masih berada di level 4.

Sebelumnya, juru bicara Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan bahwa endemi adalah sebuah kondisi di mana kasus penyakit menular lebih terkendali. Artinya, jumlah kasus Corona bisa terkendali dengan baik, dibandingkan dengan situasi pandemi.

"Endemi dapat digambarkan sebagai sebuah situasi di mana kondisi kasus lebih terkendali. Namun, bukan berarti virusnya hilang sepenuhnya," jelas Wiku, Kamis (19/8/2021).

Menurutnya, faktor yang membuat pandemi bertransisi menjadi endemi adalah kekebalan masyarakat atau herd immunity meningkat. Hal ini bisa terjadi dengan akselerasi vaksinasi maupun infeksi alamiah.

"Sehingga, angka perawatan dan kematian pun menurun," ujarnya.[cnbcindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan