Luhut Klaim Penanganan Covid-19 di Indonesia Lebih Baik Dibanding Negara Maju

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim penanganan Covid-19 di Indonesia sudah lebih baik dari negara maju, seperti Amerika Serikat, Jepang, dan negara di Asia Tenggara.

Luhut memaparkan, kinerja Pemerintah Indonesia dalam penanganan pandemi Covid-19 ia sebut mendapat apresiasi dari luar negeri. Dia mengaku mendapat laporan dari profesor Harvard yang menyebutkan Pemerintah Indonesia sudah mengerjakan semua hal standar penanganan Covid-19.

"Kemarin ada dari Harvard Public Health, Prof William, dia membuat satu proposal, teman saya dari Amerika forward ke saya. Yang menarik, apa yang ditulis dia, sudah kita kerjain, ada dua yang nggak dia tulis, satu peran TNI-Polri dan PeduliLindungi,” kata dia di Bandung, Senin (7/9).

"Jadi peran dari TNI-Polri selama pengalaman saya itu luar biasa. Saya tidak bisa bayangkan kalau tidak ada itu, sinergitas antara pemda TNI-Polri itu luar biasa, bisa saling membantu," paparnya.

Capaian penanganan pandemi di Indonesia, kata Luhut, juga menjadi perbincangan di antara negara Asean. Namun, dia mengingatkan kepada semua pihak agar tidak puas dengan raihan ini. Alasannya, virus yang ada terus bermutasi dan bisa sewaktu-waktu menyerang hingga melumpuhkan fasilitas kesehatan.

Dia mencontohkan banyak negara maju saat ini menghadapi gelombang kasus yang membuat pemerintahnya kerepotan. Ini pun bisa terjadi di Indonesia, jika semua mengabaikan protokol kesehatan.

"Pencapaian kita sangat baik, jangan jemawa, sekali lagi jangan jemawa, jangan sombong. Bahwa ini sudah ultimate objective kita, belum! Masih panjang cerita ini, bisa datang macam macam lagi varian. Kita nggak tahu,” ucap Luhut.

"Sehingga kita bisa turun dengan cepat. Itu diperbincangkan di Asean ini. tadi saya baru terima lagi (informasi) dari luar, angka absolut penanganan covid kita lebih bagus dari Singapura, Malaysia pasti, Thailand, Vietnam, Korsel, Taiwan. Kita menjadi top sekarang ini. tapi apa itu perlu disombongkan? Tidak. Karena masih jauh cerita ini, itu besok lusa, dua minggu bisa begini. Kenapa? Kalau kita tidak disiplin," sambungnya.

Sarankan Perpanjang Pembatasan Aktivitas

Luhut menyatakan kewaspadaan sangat penting dalam menghadapi pandemi Covid-19. Ini pula yang menjadi alasan pemerintah membuat kebijakan pembatasan kegiatan melalui PPKM.

Dia mengaku menyarankan kepada Presiden Joko Widodo untuk tetap waspada dan tidak buru-buru membuka banyak sektor secara bebas. "Ketentuan yang kita buat bertahap bertingkat berlanjut untuk pembukaan itu tujuannya. Saya lapor ke Bapak Presiden, kita nggak bisa buru buru. Awal-awal Pak Presiden tanya, 'Pak Luhut ini kan (kasus Covid-19) sudah turun?', Saya bilang, 'ndak Pak'," tuturnya.

"Ini karena saya lihat Pak, banyak negara maju seperti Amerika Serikat, Korea, Jepang, Cina, Inggris, Israel yang paling hebat katanya itu sudah 63 persen vaksin, sekarang naik lebih tinggi daripada kita jumlah orang yang kena infeksi," paparnya.

"Jadi saya mohon kita semua harus hati-hati. Protokol kesehatan harus kita jaga, jangan lengah, vaksinasi, isolasi terpusat, pelaksanaan PeduliLindungi tolong dipatuhi. Anda bisa sadar atau tidak sadar directly mengenai saudara atau sekelilingmu. Kemanusiaan ini harus dipenuhi. Kalau kita relwel, ini supaya ekonomi jalan, kita bisa lebih bebas, tapi tetap aman," pungkasnya. [merdeka.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan