Menko Muhajir dan Gibran Tinjau Vaksinasi Santri dan Difabel di Solo

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy didampingi Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka meninjau vaksinasi bagi santri dan difabel di Rumah Sakit Islam Kustati, Solo, Kamis (3/9).

“Vaksinasi untuk pendidikan itu menjadi tanggung jawab pemerintah daerah masing-masing. Provinsi dan kabupaten kota,” ujar Muhadjir singkat.

Muhadjir menilai penanganan vaksinasi di Solo sudah sangat bagus. Namun Solo merupakan wilayah aglomerasi, sehingga harus dimaksimalkan.

“Solo itu kan wilayah aglomerasi. Namanya saja Solo Raya, jadi pergerakan orang itu memusat. Jadi numpuk di Kota Solo terutama pada waktu siang. Kalau malam itu hanya sekitar 600 ribu, tapi kalau siang begini bisa sampai 2 juta,” katanya.

Hal itulah yang membuat penanganan vaksinasi dan Covid di Solo tidak cepat selesai. Sehingga, dikatakannya, sudah tepat vaksinasi di kota Solo harus dimaksimalkan.

“Solo Raya kan termasuk kompleks ya, karena itu juga relatif terakhir levelingnya. Bukan karena Solo-nya sebenarnya, tapi karena sekitar ada 6 kabupaten yang semua pergerakan orangnya ke Solo,” katanya.

Pemerintah, lanjut dia, melalui Menko Marves Luhut Pandjaitan selaku koordinator penanganan Covid-19 sudah melihat langsung kondisi sekitar Solo. Sehingga pemerintah juga menggencarkan vaksinasi di 6 daerah kabupaten tersebut.

Gibran menambahkan, vaksinasi bagi pelajar di Kota Solo terus dikebut setiap hari.

“Pokoknya sebulan kedepan fokusnya untuk anak-anak sekolah, 12 tahun keatas. Soalnya untuk PTM (pembelajaran tatap muka),” katanya.[merdeka.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan