RI Beri Pesan Khusus Buat Taliban di Afghanistan, Apa Itu?

RI memberi pesan khusus ke Taliban di Afghanistan. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyinggung hal tersebut dalam pertemuan Bilateral Meeting 2+2 dengan Australia.

"Mengenai Afghanistan, Indonesia memantau secara ketat situasi di lapangan, termasuk pembentukan caretaker government," kata Retno, dalam konferensi pers, Kamis (9/9/2021).

Retno menyatakan Indonesia terus menggarisbawahi pentingnya membangun pemerintahan yang inklusif di Afghanistan. Sehingga negara tersebut tidak dijadikan tempat menetap organisasi teroris.

"Indonesia berharap Afghanistan tidak dijadikan sebagai tempat berkembang biak dan pelatihan organisasi teroris dan kegiatan yang mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan," katanya.

"Dan Indonesia juga berharap agar hak asasi manusia, khususnya hak perempuan dan anak perempuan, terus dihormati dan dijunjung tinggi."

Taliban menguasai Afghanistan sejak 15 Agustus. Kelompok itu pun telah membentuk pemerintahan caretaker Rabu (8/9/2021).

Namun sayangnya sejumlah nama masuk dalam daftar hitam PBB dan AS serta tak ada keterwakilan perempuan di dalamnya. Ini membuat banyak pihak meragukan Taliban.

Dengan kembali berkuasa, Taliban memiliki kendali atas kekayaan sumber daya alam Afghanistan. Negeri itu diperkirakan memiliki 'harta karun' US$ 3 triliun atau sekitar Rp 43.500 triliun (asumsi kurs Rp 14.500 per US$).

Afghanistan merupakan negara kaya akan sumber daya tambang. Seperti tembaga, emas, minyak, gas alam, uranium, bauksit, batu bara, bijih besi, logam tanah jarang, lithium, kromium, timah, seng, batu permata, bedak, belerang, travertin, gipsum, hingga marmer.[cnbcindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan