Risma Ngomel Rekening Bansos Diblokir, Erick Thohir Beri Penjelasan

Menteri BUMN Erick Thohir buka suara terkait masalah pemblokiran rekening penerima bantuan sosial (bansos). Persoalan ini sempat disinggung Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharani beberapa waktu lalu.

Risma sempat naik pitam gara-gara pemblokiran rekening penerima membuat penyaluran bansos mandek. Bank-bank penyalur ini adalah yang tergabung dalam Himbara (Himpunan Bank-bank Negara) alias Bank BUMN.

Erick pun menegaskan pihak bank tentu tidak ada keinginan menghambat penyaluran bansos.

"Saya yakinkan dengan segala kerendahan hati, pasti Himbara sebagai bagian dari pemerintah tidak maksud menghambat atau melakukan (pemblokiran), tapi memang kita perlu sinkronisasi sistem. Sistem di pemerintahan pusat, di pemerintah daerah atau di Himbara itu kan perlu disinkronkan," ujar Erick di sela-sela kunjungan ke Kimia Farma Depo dalam rangka melihat sistem kerja FarmaPlus dan implementasinya di lapangan, Sabtu (4/9/2021).

Itulah makanya, lanjut Erick, Pemerintah bersama DPR sedang mendengarkan juga masukan dari berbagai golongan masyarakat mengenai proteksi data pribadi. Karena itu kan proteksi data pribadi harus dilindungi tetapi jangan juga ini menyetop prpgram satu data.

Sebab, program satu data ini sangat penting utk menjaga program pemerintah subsidi tidak salah sasaran.

"DPR sudah bicara bagaimana pupuk bisa langsung ke rakyat. Nah hal-hal ini memang perlu waktu, dan saya rasa harus terus dilanjutkan. Tetapi sinkronisasi kita itu hal yang maklum. Kita melihat ini hal yg positif, ini era yg transparan. Kita harus saling koreksi, kita menjadi bagian itu," jelas Erick

Dia juga memastikan segera mengecek langsung ke bank-bank BUMN terkait masalah penyaluran bansos tersebut.

"Nah tentu bila di situ ada kekurangan di sana sini, saya akan cek langsung permasalahannya apa," janji Erick.

Sebelumnya, Mensos Tri Rismaharini naik pitam ketika mendapati masalah dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk masa pandemi COVID-19. Apalagi jika Mensos yang akrab disapa Risma ini menengarai ada kongkalikong dalam proses penyaluran bansos.
Dari mulai pendamping penerima bansos, pejabat pemda hingga pejabat bank pun tak luput dari omelan mantan Wali Kota Surabaya ini.

Misalnya, pada Senin (30/8), Risma mengecek program bansos Kabupaten Bandung. Menurut Wakil Bupati Kabupaten Bandung Sahrul Gunawan, Risma memarahi pendamping program keluarga harapan (PKH), perwakilan bank negara (bank BUMN), dan PT Pos Indonesia terkait penyaluran bansos.

"Bu Risma mendadak datang ke sini. Terus kemudian saya mengikuti setiap proses arahan Bu Risma terhadap pendamping keluarga harapan (PKH), perhimpunan bank negara (himbara), PT.Pos Indonesia. Jadi beliau marah-marahnya ya ke stakeholder itu, sementara saya berada di satu ruangan yang sama. Jadi senang, saya jadi mengetahui problem di dinas sosial terkait bantuan sosial," kata Sahrul kepada wartawan, Senin (30/8/2021).

Sebelumnya, Risma juga marah saat mengetahui bansos PKH di Jember, Jawa Timur belum tersalurkan. Dia juga menegur bank BUMN yang dipercaya menyalurkan bansos.

"Banyak sekali, ini nggak jalan ini yakin aku, kalau jalan nggak mungkin segitu, nggak jalan, sudahlah percaya omonganku. Ayo taruhan ini, ayo taruhan Rp 100 ribu. Nggak jalan ini, masak 3 ribu sama 5 ribu (Yang belum tersalur), kalau jalan nggak mungkin sebesar itu, makanya aku turun ke sini," kata Risma, Sabtu (28/8) lalu.

Lalu di Sragen, Jawa Tengah, Risma menemukan 2.517 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) PKH (Program Keluarga Harapan) yang belum cair karena buku tabungannya terblokir. Mendengar hal tersebut, Risma langsung menghubungi salah satu bank Himbara dan pendamping untuk mengurus rekening penerima.

"Saya minta tolong, Pak, hari ini juga bisa selesai. Kalau kartunya belum didistribusikan, ayo kasih ke saya. Sekarang juga saya antar ke rumah KPM," kata dia dikutip dari video di laman kemensos.go.id, Jumat (3/9/2021).[detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan