Satgas Sampaikan Kabar Baik Soal Penanganan Pandemi Covid-19

Satgas Penanganan Covid-19 mencatat ada sebelas provinsi yang tingkat kasus Corona meningkat. Jika melihat perkembangan di tingkat provinsi, ada 23 dari 34 provinsi menunjukkan penurunan kasus di Agustus dibandingkan Juli lalu.

Tercatat masih ada sebelas provinsi dengan kenaikan kasus positif pada Agustus ini. Di antaranya Aceh naik 152 persen, Sulawesi Tengah naik 111 persen, Gorontalo naik 57 persen, Kalimantan Selatan naik 47 persen, Sumatera Utara naik 44 persen, dan Kalimantan Utara naik 24 persen. 

"Bali naik 15 persen, Babel naik 10 persen, Sulawesi Selatan naik 5 persen, dan Jambi naik 5 persen," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (3/9). 

Lebih lanjut, perkembangan baik lainnya pada kasus aktif per Agustus ini. Terjadi penurunan drastis jika dibandingkan Juli. Akhir Agustus sebanyak 196.281 kasus atau 4,8 persen, sedangkan pada Juli lebih dari 500 ribu atau 16 persen. 

Angka kesembuhan juga meningkat per Agustus sebanyak 942.281 orang sembuh dibandingkan Juli sebanyak 896.501 orang sembuh. 

Penurunan angka positivity rate bulanan juga terjadi di Agustus menjadi 18,38 persen dari Juli sebesar 27,4%. Sama halnya, angka keterisian tempat tidur atau BOR pada Agustus turun menjadi 40,05 persen dari Juli  sebesar 72,77 persen. 

Perkembangan baik ini juga berkat dukungan seluruh lapisan masyarakat yang menaati peraturan pemerintah dalam bentuk PPKM selama Juli dan Agustus sehingga berkontribusi langsung dalam menurunkan jumlah kasus. 

Selain itu, pemerintah juga terus memperbaiki sinkronisasi data antara pusat dan daerah. "Namun, kami perlu mengantisipasi delay data yang dapat berkontribusi terhadap perbedaan data dan berpotensi lebih tinggi dari seharusnya," lanjutnya. 

Melihat data tersebut, lanjut Wiku, perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia selama Agustus 2021 mencatatkan kemajuan yang signifikan dibandingkan Juli 2021. Ditandai dengan menurunnya angka kasus positif nasional dan kasus aktif setiap harinya, kesembuhan meningkat dan berdampak positif pada perkembangan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan.

Di sisi lain, kata Wiku, yang masih perlu dibenahi ialah pada angka kematian Agustus lebih tinggi dibandingkan Juli 2021. 

Meski hampir semua indikator penanganan berkembang ke arah yang lebih baik, sayangnya angka kematian di Agustus tercatat sebanyak 37.330 kasus yang lebih tinggi dibandingkan Juli sebanyak 34.394 kasus. Di tingkat provinsi pun, hanya ada delapan provinsi yang mengalami penurunan kasus kematian, lalu ada 16 provinsi yang mencatatkan kenaikan. 

"Tentunya kita tidak boleh lengah meski perkembangan positif di Agustus. Kenaikan kasus harus diantisipasi mengingat telah dibukanya aktivitas sosial ekonomi secara bertahap," kata Wiku. 

Wiku juga memaparkan perbandingan penurunan kasus per 29 Agustus 2021 dan 15 Juli 2021, yang angkanya mencapai 86,9 persen. Lalu, perbandingan total kasus, pada Agustus mencapai 664.829 kasus atau telah turun 45 persen dari Juli 2021. Juli lalu, jumlah kasus tercatat sebagai bulan tertinggi sejak pandemi dengan 1.225.765 kasus. 

"Tentunya untuk menekan kasus hampir setengah dari sebelumnya dalam jangka waktu sebulan adalah perkembangan yang baik. Namun kita tidak boleh cepat berpuas diri," imbuh Wiku. 

Hal ini dikarenakan penurunan dalam lonjakan kedua ini masih dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan lonjakan pertama, atau yang terjadi di Januari 2021 mencapai 331.052 kasus. Wiku menyebut, idealnya kasus lonjakan kedua ini harus harus ditekan di bawah angka kasus pada lonjakan pertama. 

Untuk kenaikan kasus, ada lima provinsi di antaranya yang tertinggi pada Agustus, yakni Bali naik 752 kasus, Sumatera Utara naik 610 kasus, Lampung naik 585 kasus, Kalimantan Selatan naik 501 kasus, dan Sulawesi Tengah naik 470 kasus. 

Tingginya kasus kematian di bulan Agustus ini menandakan bahwa perjuangan dalam menurunkan kasus pada lonjakan kedua ini belum selesai. Karena itu, Wiku meminta semua pihak untuk bekerja kerasa dalam menurunkan angka kasus tertama pasien agar ditangani dengan baik dan mencegah bertambahnya angka kematian. 

"Oleh karena itu kita tidak boleh berpuas diri dan harus tetap waspada. Agar pelonggaran kegiatan ekonomi yang sudah berjalan, dapat berjalan dengan aman dan baik," pungkas Wiku.[jpnn.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan