Strategi Bobby Nasution Tangani Pandemi Covid-19 di Medan

Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengatakan, pihaknya sangat tegas dan terperinci dalam menangani Covid-19. Tantangan penanganan Covid-19 yang dilakukan sudah sesuai dengan empat arahan pemerintah pusat, mengurangi mobilitas, tracing dan testing, isoter, dan vaksinasi.

Untuk mengurangi mobilitas, dia mengungkapkan, Pemkot Medan sempat melakukan penutupan hampir di seluruh Kota Medan. Namun akibat penutupan tersebut berdampak pada psikologi masyarakat Medan, maka Bobby membuat sistem penutupan lebih terperinci lagi menjadi per-kecamatan.

“Jadi kemarin kita buat per kecamatan, kecamatan kita yang merah mana, itu yang kita kunci dulu kegiatan-kegiatan di sana seperti yang bisa kita pahami sekarang 5 kecamatan di Kota Medan yang menjadi tinggi itu rata-rata kecamatannya itu yang padat pemukiman dan banyak sekali kegiatan-kegiatan ekonomi seperti makan minum, seperti cafe, tempat-tempat nongkrong. Semakin banyak tempat seperti itu semakin tinggi kecamatan itu penyebaran kasus Covid-nya,” katanya dalam siaran langsung SmartFM, Sabtu (4/9).

Terkait testing dan tracing, Bobby mengungkapkan, tidak hanya dilakukan pemerintah. Sebab diperlukan ada gabungan testing yang dilakukan secara mandiri, tujuannya untuk memaksimalkan target per harinya.

“Standarnya minimal 15 tapi di Kota Medan kita buat minimalnya 8 untuk testing dari 1 yang terkonfirmasi positif. Namun ini juga masih jauh dari target yang diberikan kementerian kesehatan. Medan itu diberikan target satu hari 23.170 spesimen, sedangkan kalau kita kalikan saja misalnya kasus tanggal 3 September kemarin itu hanya 253 terkonfirmasi positif. Kalau kita kalikan delapan itu belum sampai 5.000. Jadi jumlah spesimen yang ditargetkan dengan kita memang ini harus, harus berkolaborasi, juga harus digabungkan dengan jumlah spesimen melakukan tes secara mandiri,” terangnya.

Dia menjelaskan, isolasi terpusat (Isoter) lebih efektif dibandingkan isolasi mandiri (Isoman) bagi pasien Covid-19. Maka, Pemerintah Kota Medan sudah membuat tiga tempat isoter yaitu di Kota Medan, Provinsi, dan Wilayah Kota Medan.

“Kita juga minta kepada kecamatan mengajak masyarakat minimal yang terkonfirmasi itu dari setiap kecamatan kita bisa membawa 5 masyarakat kita untuk masuk isoter setiap hari,” ungkapnya.

Bobby menagatakan, Kota Medan sudah memiliki target-target, kurang lebih ada 80 Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang bisa menyuntikan vaksin per hari. Meski demikian, dia menuturkan bahwa jumlah vaksin di Kota Medan masih perlu ditingkatkan.

“Masing-masing 200 jadi kurang lebih dari faskes kita saja ada 16.000 yang bisa kita suntikan setiap hari, diluar lagi faskes yang lain, rumah sakit, belum lagi TNI-Polri, yang hari ini juga masih ada BUMN juga masih ada sentra vaksinasi, dan masih banyak sekali yang lain,” tutupnya.

Sebelumnya, Kota Medan merupakan kota dengan kasus Covid yang melonjak tajam. Serta sempat menjadi kota kedua tertinggi kasus Covid-19 di Indonesia. Namun kini trend kasus sudah mengalami penurunan.

Satgas Penanganan Covid-19 Sumatera Utara, dr. Aris Yudhariansyah mengatakan sedang berusaha menurunkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari level 4 bisa menurun ke level di bawahnya hingga kembali normal

“Kita sangat intens sekali mendorong kawan-kawan di Medan dan Siantar untuk segera berupaya untuk menurunkan status PPKM nya turun ke level 3, 2, atau mungkin status PPKM nya sudah akan kembali normal,” ujarnya dalam siaran langsung SmartFM, Sabtu (4/9).[merdeka.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan