Terungkap! Ini Motif KKB Serang Posramil di Maybrat hingga 4 TNI Gugur

Tiga pelaku penyerang Posramil Kisor, Distrik Aifat Selatan, Maybrat, Papua Barat, yang menyebabkan empat anggota TNI gugur menjalani pemeriksaan intensif. Saat diperiksa, mereka mengatakan pemicu penyerangan adalah karena pengaruh mereka di masyarakat setempat memudar.

"Pengaruh itu loh, mereka merasa pengaruh mereka kalah dengan kehadiran negara di situ. Kami kan mengajak masyarakat yang baik, ayo membangun kampung, ayo belajar bersama-sama, ayo kita produktif, ayo kita ibadah bersama-sama," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVIII/Kasuari Kolonel Art Hendra Pasilerron kepada detikcom, Senin (6/9/2021).

Hendra mencontohkan saat momen Kemerdekaan RI ke-76. Menurut dia, warga setempat terlihat antusias.

"17 Agustus kemarin ramai di sini. Masyarakat antusias sekali memperingatinya," ujar Hendra.

Hendra menyimpulkan, dari hasil pemeriksaan, KKB pimpinan Manfet Patem iri dengan pengaruhnya di masyarakat yang terkikis. Mereka lantas menyerang Posramil Kisor.

"Dari hasil interogasi kita kepada yang sudah ditangkap, bisa diambil kesimpulan awal mereka iri atas pengaruh, mereka kalah pengaruh. Mereka merasa apa yang mereka yakini, ideologi mereka kalah pengaruh dengan Pancasila," ungkap Hendra.

Hendra menyebut memang masyarakat Maybrat sudah menyadari pengaruh negatif KKB dalam keseharian mereka. Masyarakat di Papua Barat, sebut Hendra, menyibukkan diri dengan hal-hal yang dianggap positif.

"Masyarakat sendiri kan seiring waktu yang merasakan sendiri, kok ajaran mereka (KKB) tidak benar. Lebih banyak manfaatnya menggali potensi diri dan memajukan kampung kita, tanah kita, masyarakat kita dengan rajin belajar, beribadah, bersaudara, terus bekerja," tutur Hendra.

"Itu mereka (KKB) merasa pengaruh mereka kalah. masyarakat tidak bisa dipengaruhi untuk melakukan kekerasan dan teror-teror seperti yang mereka ajarkan," imbuh dia.

Hendra juga menyebut peristiwa penyerangan Posramil Kisor mencengangkan banyak pihak di Papua Barat. Dia pun menegaskan KKB bukan cerminan karakter warga Papua.

"Semua tercengang. Tetapi saya katakan, orang yang sudah berbuat keji dan sadis seperti itu bukan orang Papua. Saya yakin bahwa tanah Papua adalah tanah yang diberkati, tanah Injil. Makanya di sini itu setahu kami orang Papua berhati lembut, cinta kasih," ucap Hendra.

"Kalau kita di Jawa, kita ke pasar, belanja pakai bahasa Jawa nawarnya. Kalau di Papua ini Indonesia banget, semua suku ada di sini, pakai Bahasa Indonesia. Masyarakat setempat ini orang yang terbuka, mereka penuh kasih, penuh persaudaraan," sambung Hendra.

Peristiwa Penyerangan

Sebelumnya, Panglima Kodam XVIII/Kasuari Mayjen I Nyoman Cantiasa mengatakan Pos Koramil Persiapan Kisor Distrik Aifat Selatan. Penyerang diduga kelompok separatis teroris (KST).

"Sejauh ini komunikasi antara anggota TNI di Posramil Kisor dengan masyarakat lokal wilayah Aifat Selatan cukup baik, tidak ada potensi gangguan teritorial, sehingga kami menduga penyerangan Posramil ini dilakukan oleh KST," kata dia dalam konferensi pers di markas Kodam XVIII/Kasuari di Manokwari, Papua Barat.

Penyerangan itu terjadi pada Kamis (2/9), sekitar pukul 04.00 WIT. Berdasarkan keterangan lima anggota selamat, ada lebih dari 30 orang yang menyerang.

"Lebih dari 30 orang dengan menggunakan senjata tajam (parang) menyerang pagi hari mengakibatkan empat anggota TNI AD gugur, dua lainnya luka bacok, sementara lima anggota lainnya dalam keadaan selamat," kata dia.

Empat prajurit TNI gugur akibat penyerangan tersebut. Mereka diserang saat dalam kondisi tidur.

Tiga prajurit TNI ditemukan tewas di dalam Posramil, yakni Serda Amrosius, Praka Dirham, dan Pratu Zul Ansari. Sementara satu prajurit lainnya, yaitu Komandan Posramil Kisor, Lettu Chb Dirman, ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di dalam semak-semak belukar tak jauh dari pos. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan