Viral Kemenkes Tak Lagi Cover Biaya Pasien Corona per 1 Oktober, Ini Faktanya

Viral narasi Kementerian Kesehatan tak lagi menanggung biaya perawatan pasien COVID-19 mulai 1 Oktober. Disebut-sebut Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan hanya menyediakan cover anggaran pasien Corona maksimal 18 juta sehingga seluruh pasien COVID-19 diminta untuk menyiapkan asuransi masing-masing.

"Ingat mulai 1 Oktober pasien Covid tidak ditanggung Kemenkes lagi, BPJS hanya cover maksimal 18Juta.! Alternatif lain pake Asuransi sendiri. Jaga diri baik-baik," demikian informasi dalam sebuah pesan broadcast yang belakangan dipastikan hoax.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi meluruskan informasi keliru tersebut. Ditegaskan, biaya perawatan pasien Corona tetap ditanggung pemerintah dan sumber anggaran masih dari Kementerian Kesehatan RI.

"Besaran perawatan biaya pasien COVID-19 tidak benar dibatasi 18 juta. Mekanisme perhitungan penggantian biaya nenggunakan metode INA-CBGs dan besarannya bervariasi," ungkap dr Nadia kepada detikcom Kamis (16/9/2021).

dr Nadia melanjutkan, penghentian cover biaya pasien Corona dilakukan saat masa isolasi COVID-19 dinyatakan selesai.

Baca juga: COVID-19 di RI Mereda Berkat Infeksi Alamiah? Ini Kata Pakar IDI
"Bila saat itu ternyata masih diperkukan perawatan lanjutan karena kondisi komorbid, komplikasi atau koinsiden, maka beralih ke sumber pembiayaan lain," sambung dr Nadia.

Sumber pembiayaan lain yang dimaksud dr Nadia, seperti jaminan kesehatan nasional (JKN) atau asuransi lain masing-masing pasien. dr Nadia kembali menegaskan informasi biaya pasien Corona tak lagi dicover pemerintah adalah hoax.

"Hoax. Biaya perawatan pasien COVID-19 tetap ditanggung pemerintah. Sumber biaya tetap dari Kemenkes," tegas dia. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan