Warga Serbu Obyek Wisata, Apakah PPKM Diperpanjang Lagi?

Tren penurunan kasus penyakit akibat virus corona (Covid-19) terus berlanjut di Indonesia. Artinya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diterapkan pemerintah sukses melandaikan kasus Covid-19.

PPKM Jawa-Bali akan berakhir Senin (13/9/2021), sementara wilayah lainnya pekan depan. Seperti biasa pemerintah akan melakukan evaluasi dan diumumkan besok, dan PPKM akan kembali diperpanjang, dengan kemungkinan adanya beberapa pelonggaran lagi, atau ada wilayah yang turun level.

Tetapi, pelonggaran PPKM yang dilakukan pemerintah sudah menunjukkan dampak yang cukup signifikan di masyarakat. Mobilitas warga mengalami peningkatan tajam, jika kebablasan tentunya berisiko memicu lonjakan kasus baru.

Tren pergerakan warga dengan berkendara yang dilihat dari Apple Mobility Index mengalami kenaikan tajam pada Sabtu (4/9/2021) lalu. Angka indeksnya mencapai 151,84, tertinggi sejak 12 Juni lalu atau sebelum PPKM diterapkan. Sementara ketika PPKM mulai diterapkan di bulan Juli, indeksnya turun hingga ke 71,29.

Seperti diketahui, dalam dua pekan terakhir selalu terjadi kemacetan di wilayah Puncak Bogor. Tren tersebut bisa terus berlanjut setiap akhir pekan, apalagi Pemerintah sudah membuka kembali beberapa kawasan wisata.

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali mengatakan pemerintah akan melakukan uji coba 20 tempat wisata di wilayah PPKM level 3 Jawa - Bali.

"Akan dilakukan uji coba pembukaan 20 tempat wisata di kota dengan level 3 dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan implementasi aplikasi PeduliLindungi," kata Luhut.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mewanti-wanti potensi revenge tourism yang bakal terus terjadi dan lebih masif.

Masyarakat yang sudah jenuh akibat pergerakannya dibatasi dalam beberapa bulan terakhir akan "menyerbu" obyek wisata. Sehingga perlu penerapan protokol kesehatan yang ketat agar tidak terjadi lonjakan kasus lagi.

"Ya sudah terlihat revenge tourism itu di Pantai Pangandaran dan di Puncak mungkin juga di KBB. Mencegah revenge tourism butuh kerjasama, baik pengelola maupun pengunjung serta masyarakat yang ikut memantau," ungkap Sandiaga kepada wartawan, Jumat (10/9/2021).

Hingga Sabtu kemarin, kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 4.163.732 orang. Dari total tersebut, sebanyak 138.701 atau 3,3% orang meninggal dunia, dan 3.909.355 atau 93,9% sembuh.

Tanda-tanda mulai terkendalinya Covid-19 di Indonesia terlihat dari penambahan kasus kemarin sebanyak 5.001 orang, dan konsisten di bawah 10.000 kasus per hari nyaris sepanjang bulan ini. Saat puncaknya, penambahan kasus di Indonesia mencapai 56.757 dalam sehari, tercatat pada 15 Juli lalu. Artinya dari rekor tertinggi tersebut hingga kemarin, penambahan kasus Covid-19 sudah mengalami penurunan lebih dari 90%.

Rata-rata penambahan kasus dalam 7 hari terakhir sebanyak 5.977 orang, menjadi yang terendah sejak 7 Juni atau sebelum PPKM diterapkan.

Kasus aktif hingga Sabtu kemarin dilaporkan sebanyak 118.534 orang, terendah sejak 15 Juni, lagi-lagi sebelum PPKM diterapkan.

Selain itu, rasio temuan kasus positif terhadap jumlah tes (positivity rate) juga menunjukkan virus corona di Indonesia terkendali. Kemarin, positivity rate Indonesia ada di 3,49%.

Sebagai informasi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan batasan positivity rate maksimal 5% agar bisa dikatakan pandemi terkendali. Sekarang Indonesia sudah di bawah 5% dalam beberapa hari terakhir, sehingga sudah masuk kategori terkendali.

Kabar gembira lainnya yakni tingkat reproduksi efektif (Rt) virus corona yang sudah di bawah satu dalam beberapa hari terakhir.

Jika angka Rt masih di atas satu, artinya seorang pasien positif masih bisa menulari orang lainnya. Rantai penyebaran jadi tambah panjang yang menyebabkan pandemi tidak terkendali. Sementara jika Rt di bawah 1, maka pandemi dikatakan terkendali.

Melansir Bonza dalam, dari 34 provinsi di Indonesia sudah semuanya sudah memiliki Rt di atas satu. Artinya, pandemi Covid-19 di Indonesia sudah terkendali.

Meski demikian, bukan berarti masyarakat bisa bebas beraktivitas, sebab risiko penularan masih tinggi. Apalagi vaksinasi di Indonesia terbilang belum cepat. Berdasarkan data dari Our World In Data, hingga Jumat (10/9/2021) baru 15% dari total populasi Indonesia yang sudah mendapat vaksinasi penuh, dan 11% mendapat dosis pertama.

Bandingkan dengan Singapura yang 77% warganya sudah mendapat vaksinasi penuh, dan 1,9% yang mendapat dosis pertama. Dengan vaksinasi yang nyaris 80% saja Singapura kini masih menghadapi lonjakan kasus Covid-19, dengan penambahan kasus tercatat tertinggi dalam satu tahun.

Oleh karena itu, agar virus corona tidak meledak lagi di Indonesia, masyarakat wajib mematuhi protokol kesehatan. Pemerintah juga pasti akan memperpanjang PPKM sampai pandemi berakhir.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan