Elektabilitas Moncer di Bursa Pilpres 2024, Ridwan Kamil: Saya Masih Istikharah

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan bakal mengumumkan partai politik (parpol) yang akan menjadi perahu politiknya pada pertengahan 2022 nanti. Saat ini, dirinya masih istikharah untuk menentukan pilihannya.

"Saya masih istikharah terus terang, kalau lanjut gubernur periode kedua juga, mungkin posisinya sudah berpartai juga. Partai mana? mungkin di 2022 akan saya sampaikan, istikharah mana yang pas dulu," ungkap Kang Emil, Sabtu (9/10/2021).

Kang Emil mengaku akan terus menjaga hubungan baik ke semua pihak. Sebab dalam politik prinsipnya harus menjaga hubungan baik. “Jadi inget enggak saya bertemu dengan Pak AHY, Pak Airlangga hampir semua ketua partai juga pernah silaturahmi. Kemarin, PAN mengundang di Bali, minggu depan diundang PPP di Semarang. Intinya, saya menghormati undangan. Memang tak bisa dihindari ya kalau acara politik, partai politik, selalu ada pertanyaan yang mengarah ke 2024," kata Kang Emil. 

Seperti diketahui, elektabilitas Ridwan Kamil di bursa calon presiden (Capres) 2024 dinilai moncer dan paling stabil selama satu tahun terakhir ini. Bahkan, orang nomor satu di Jawa Barat itu sukses menyisihkan nama-nama tokoh partai politik (parpol) yang digadang-gadang bakal maju ke ajang Pilpres 2024 melalui sejumlah hasil survei. 

Terakhir, hasil survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research menunjukkan bahwa elektabilitas Ridwan Kamil terus menanjak beriringan dengan Ganjar Pranowo yang identik dengan PDIP dan Prabowo Subianto dengan Gerindra. Berdasarkan hasil survei tersebut, elektabilitas Ganjar mencapai 17,5% atau terpaut tipis dari Prabowo sebesar 17,1%. Posisi berikutnya ditempati oleh Ridwan Kamil dengan elektabilitas 13,8%. "Ganjar, Prabowo, dan RK (Ridwan Kamil) menguasai posisi tiga besar calon presiden, sedangkan Puan dan Airlangga merayap di papan bawah," ungkap peneliti indEX Research, Hendri Kurniawan.

Dia menilai, dalam satu setengah tahun, elektabilitas Ganjar dan Ridwan Kamil cenderung bergerak naik. Sebaliknya, kata dia, tren Prabowo diprediksi akan menurun. Survei Index Research dilakukan pada 21-30 September 2021 terhadap 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Survei dilakukan melalui telepon kepada responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2018 dengan margin of error ±2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Sedangkan, dalam survei Indikator periode 30 Juli-4 Agustus 2021 lalu, Ridwan Kamil tetap mampu bersaing, meski dikepung tokoh parpol. Dalam hasil survei Indikator tersebut, sebanyak 27,8% responden memilih Prabowo Subianto sebagai calon presiden jika pilpres digelar saat ini.

Ada pun posisi kedua ditempati Ganjar Pranowo dengan angka keterpilihan 21,4% dan posisi ketiga Anies Baswedan dengan raihan suara 14,8%. Ridwan Kamil sendiri berada di posisi keempat dengan raihan suara 6,9%. Di bawahnya, ada Sandiaga Uno dengan raihan suara 6,1%, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 5,9%, dan Khofifah Indar Parawansa 3,2%.

Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Firman Manan menilai, posisi Ridwan Kamil dinilainya paling stabil dibanding tokoh lain. Dia juga menilai, responden survei melihat konsistensi kepala daerah dalam penanggulangan Covid-19 selama ini. [sindonews.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan