Fakta-fakta 18 Pesawat Tempur TNI Melintasi Istana Merdeka

Sebanyak 18 pesawat tempur dan 8 helikopter Tentara Nasional Indonesia (TNI) terbang di atas langit Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (2/10).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai latihan demo udara jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 TNI yang jatuh pada 5 Oktober 2021.

Berdasarkan keterangan resmi TNI, pada sesi latihan hari ini, sebanyak 8 pesawat helikopter TNI (AD, AL, AU) dengan call sign "Trimatra flight" melintasi langit Istana Merdeka dengan membawa bendera Merah-Putih dan bendera Lambang TNI ukuran 20x30 meter.

Kedelapan pesawat helikopter tersebut terbagi dalam dua elemen penerbangan. Pertama (4 helikopter), terdiri dari 1 Helikopter NAS-332 Super Puma Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaja yang membawa bendera Merah Putih dan 3 Helikopter AH-64 E Apache Skadron-11/Serbu, TNI AD.

Kedua, terdiri dari 1 Helikopter EC-725 Caracal Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja dengan membawa bendera Trimatra TNI dan 3 Helikopter AS565 MBe Panther Skadron Udara 400 Wing II, TNI AL.

Selain itu, terdapat 18 pesawat tempur yang melaksanakan formasi "arrow head" dan manuver "bomb burst" tepat di atas langit Istana Merdeka yang menjadi lokasi pusat perayaan.

Rinciannya, 6 pesawat tempur T-50i Golden Eagle "Golden Flight" (Skadron Udara 15), 6 F-16 Fighting Falcon "Dragon Flight" (Skadron Udara 3) dan 6 pesawat tempur SU-27/30 "Bajra Flight" (Skadron Udara 14 dan 11).

T-50i Golden Eagle "Golden Flight"

T-50 Golden Eagle sebelumnya dikenal sebagai KTX-2, pesawat jet latih serang ringan yang dibangun untuk Angkatan Udara Republik Korea (RoKAF). Pesawat ini dikembangkan dalam pelatih lanjutan T-50A dan memimpin T-50B dalam versi pelatih tempur.

Dikutip Aerocorner, pesawat T-50i mengandalkan tenaga dari mesin General Electric F404-GE 102 turbofan dengan daya dorong 1.770 pounds dan after burner 11 ribu pounds dengan tenaga mil power.

Pesawat dengan panjang 43 kaki, lebar sayap 31 kaki, dan tinggi 16 kaki ini memiliki kecepatan maksimal 1.5x kecepatan suara atau 1.600 kilometer per jam dengan berat sekitar 14 ton. Mesin itu memiliki saluran masuk udara yang dipasang di sisi ganda, di kedua sisi badan pesawat bawah sayap.

T-50i dapat terbang dengan kecepatan maksimum 1.837 km per jam. T50i Golden Eagle dapat terbang dengan ketinggian 55 ribu kaki, seperti pesawat tempur buatan Amerika Serikat F16.

Pesawat ini memiliki tujuh cantelan eksternal untuk membawa senjata, satu di garis tengah di bawah badan pesawat, dua cantelan di bawah setiap sayap, dan rel peluncuran rudal ke udara di dua ujung sayap. Pada rel peluncuran ujung sayap dapat membawa rudal AIM-9 Sidewinder.

F-16 Fighting Falcon "Dragon Flight"

Pesawat tempur F-16 merupakan salah satu pesawat tempur favorit sejumlah negara di dunia. Indonesia saat ini memiliki setidaknya 33 unit F-16 Fighting Falcon.

Mengutip Lockheed Martin, pesawat tempur buatan Amerika Serikat ini memiliki panjang 15,02 m dan tinggi 5,09 m dengan berat (tanpa awak) 9,2 ton. Di angkasa pesawat ini bisa melaju hingga 1.500 mph.

Pesawat ini memiliki teknologi APG-83 AESA Radar yang memungkinkan pilot untuk mengetahui area target yang belum diketahui dan dilengkapi dengan sejumlah fitur peta digital.

Pesawat ini juga dilengkapi dengan Center Display Pedestal (CPD) yang dapat memberikan citra taktis untuk pilot dalam layar berwarna beresolusi tinggi 6''x8'' dan memiliki mode malam. Dengan layar tersebut, pilot dapat memaksimalkan radar AESA dan target.

SU-27/30 "Bajra Flight"

Sukhoi Su-27 adalah pesawat tempur yang awalnya diproduksi oleh Uni Soviet dan dirancang oleh Biro Desain Sukhoi. Pesawat ini didesain sebagai pesawat tempur berperforma tinggi dengan sebuah sistem kontrol fly-by-wire.

Pesawat Su-27 mempunyai manuverabilitas hebat sehingga menjadi salah satu pesawat yang paling mengesankan yang pernah dibuat. Melansir Airforce Technology, badan pesawat terbuat dari titanium dan paduan aluminium.

Pesawat ini direncanakan menjadi saingan utama generasi baru pesawat tempur Amerika Serikat, yakni F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan F/A-18 Hornet.

Sukhoi Su-27 Flanker dilengkapi dengan dilengkapi dengan senjata 30mm GSh-301 berisi 150 butir amunisi serta berbagai rudal, roket, dan bom yang dipasang secara eksternal pada sepuluh cantelan.

Deretan rudal udara-ke-udara yang dibawa oleh pesawat Su-27 meliputi, R-27R1, R-27T1, dan R-73E. Sedangkan untuk misi udara-ke-darat meliputi bom seberat 100 kg, 250 kg dan 500 kg. Hingga rudal udara C-8, C-13, dan C-25.[cnnindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan