Ini Daftar 'Harta Karun' Tersembunyi RI, Tahan buat 78 Tahun!

Indonesia disebutkan memiliki cadangan bauksit nomor 6 terbesar di dunia dan berperan penting dalam penyediaan bahan baku bauksit dunia.
Hal itu terungkap dalam data Booklet Bauksit 2020 yang dipublikasikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dalam dokumen itu disebutkan bauksit menjadi salah satu "harta karun" terbesar. Komoditas yang bisa diolah menjadi produk aluminium itu dinilai akan mendulang penerimaan negara jauh lebih besar lagi bila dibangun industri hilirnya, seperti yang telah dititahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dari bauksit bisa diolah menjadi alumina, lalu aluminium, lalu produk-produk jadi lainnya sebagai komponen atau bahan baku bangunan dan konstruksi, peralatan mesin, transportasi, kelistrikan, kemasan, barang tahan lama, dan lainnya.

Dengan memiliki cadangan bauksit terbesar keenam di dunia, Indonesia dinilai bisa memanfaatkan peluang seoptimal mungkin, tidak hanya menjual barang mentah, namun juga produk jadi bernilai tambah berkali-kali lipat.

Berdasarkan data Booklet Bauksit 2020 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengolah data USGS (The United States Geological Survey) Januari 2020, jumlah cadangan bauksit Indonesia mencapai 1,2 miliar ton atau 4% dari cadangan bijih bauksit dunia yang sebesar 30,39 miliar ton.

Adapun pemilik cadangan bijih bauksit terbesar di dunia yaitu Guinea mencapai 24%, lalu Australia menguasai 20%, Vietnam 12%, Brazil 9%, dan kemudian di peringkat kelima ada Jamaika 7%.

Berdasarkan data Kementerian ESDM ini, jumlah sumber daya bijih terukur bauksit Indonesia mencapai 1,7 miliar ton dan logam bauksit 640 juta ton, sementara cadangan terbukti untuk bijih bauksit 821 juta ton dan logam bauksit 299 juta ton.

"Indonesia memiliki cadangan bauksit nomor 6 terbesar di dunia," tulis Booklet Bauksit 2020 tersebut, dikutip Senin (4/10/2021).

Direktur Pembinaan Program Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sunindyo Suryo mengatakan, saat ini baru ada dua pabrik pengolahan (smelter) bauksit menjadi alumina yang telah beroperasi. Adapun kapasitas input bijih bauksitnya sebesar 4.564.000 ton per tahun.

Namun kini tengah dilakukan pembangunan 12 pabrik pengolahan (smelter) bauksit menjadi alumina. Bila itu tuntas dibangun dan mulai beroperasi, maka kapasitas input bijih bisa melonjak menjadi 35 juta ton per tahun.

"Sedangkan, terdapat 12 pabrik pemurnian alumina yang masih dalam tahap konstruksi dengan kapasitas input bijih bauksit mencapai lebih dari 35 juta ton per tahun," ungkapnya kepada CNBC Indonesia, dikutip Jumat (1/10/2021).

Bila itu terealisasi, maka menurutnya diperkirakan cadangan bijih bauksit Indonesia bisa cukup untuk 78 tahun.

Namun ke depannya, pihaknya tetap terus mendorong eksplorasi, sehingga cadangan bauksit ini semakin meningkat dan semakin panjang umur cadangannya.

Peningkatan cadangan ini akan dilakukan melalui kegiatan eksplorasi dan verifikasi data dan sumber daya dan cadangan.

"Peningkatan kegiatan eksplorasi bijih bauksit diperlukan karena umur cadangannya berkisar 78 tahun pada laju konsumsi bijih kering sebesar 36,9 juta ton per tahun," lanjutnya.

Selain bauksit, nikel Indonesia adalah yang terbesar di dunia. Data Diperkirakan memiliki cadangan 21 Juta metrik ton pada tahun 2020 setara 22.3% cadangan nikel dunia, menurut data United States Geological Survey (USGS).

Apabila menggunakan Harga Mineral Acuan (HMA) nikel September 2021 di mana untuk 1 metrik ton logam nikel harganya dibanderol US$ 19.239,26/ton maka valuasi cadangan logam nikel di Indonesia mencapai US$ 404 miliar setara Rp 5.736 triliun.

Produksi nikel Indonesia mencapai 760.000 ton. Unggul telak dari Filipina dan Rusia sengan produksi masing-masing 320.000 ton dan 280.000 ton.

Dengan cadangan dan produksi melimpah, nikel menjadi salah satu andalan ekspor Indonesia. Sepanjang semester-I 2021, ekspor nikel sebesar US$ 443.2 juta,

Selain nikel, Indonesia juga dikenal sebagai produsen timah terbesar di dunia selain China. Pada tahun 2020, produksi timah Indonesia mencapai 66.000 metrik ton dan cadangan 800.000 metrik ton.

Perusahaan negara PT Timah Tbk (Persero) adalah perusahaan tambang timah terbesar di dunia mengungguli Yunnan Tin Corp asal China.

Sepanjang semester-I 2021, ekspor timah menghasilkan US$ 892.9 juta untuk Indonesia dengan volume penjualan sebesar 35.5 juta ton.[cnbcindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan