Kementerian BUMN ke Faisal Basri soal Kereta Cepat: Salah Total!

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga merespons pernyataan Ekonom Senior Universitas Indonesia Faisal Basri yang menyatakan jika proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung sampai kapanpun tidak akan balik modal. Arya menilai, pernyataan Faisal salah total.

Arya kemudian mengatakan, investor tidak akan masuk jika proyek itu rugi.

"Ini kita menyayangkan omongannya Faisal Basri. Faisal Basri itu salah total yang mengatakan bahwa sampai kapanpun pasti rugi," katanya kepada media, Kamis (14/10/2012).

"Ya mana ada investor mau masuk dengan kondisi nanti rugi itu kan konyol gitu, Faisal Basri konyol betul," tambahnya.

Arya menyayangkan pernyataan tersebut. Ia menilai, penilaian itu subjektif dari Faisal Basri.

"Dan kelihatan beliau tidak pakai angka, tidak pakai analisa hanya subjektifnya aja yang muncul, jadi itu kesalahan besar. Sayang, sekaliber Faisa Basri itu ngomong seperti itu, itu nggak bener," terangnya.

Selanjutnya Arya mengatakan, pihaknya akan mengetahui pembengkakan pada proyek ini setelah audit dari BPKP. Ia menambahkan, investasi di infrastruktur memang untuk jangka panjang.

"Dan hampir semua di seluruh dunia namanya railway investasi di kereta seperti itu pasti panjang nggak mungkin pendek. Dan ini umum seperti itu, hampir semua negara yang long investasi urusan kereta, kereta cepat kek, MRT ya begitu, dia bisa kembali balik modal dan lainnya," katanya.

Faisal Basri sebelumnya memasukkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sebagai proyek yang mubazir. Dia juga menyinggung bahwa sebentar lagi rakyatlah yang akan membiayai proyek tersebut. Dia juga bilang, sampai kapanpun proyek ini tidak balik modal.

"Sebentar lagi rakyat membayar kereta cepat. Barang kali nanti tiketnya Rp 400 ribu sekali jalan. Diperkirakan sampai kiamat pun tidak balik modal," tegasnya dalam dialog bertajuk COVID-19 dan Ancaman Kebangkrutan Dunia Usaha, Rabu (13/10/2021). [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan