Kode Calon Panglima TNI dari Jokowi Sebelum ke Luar Negeri

Kode tentang Panglima TNI baru terlihat saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertolak ke Eropa. KSAD Jenderal Andika Perkasa ikut melepas keberangkatan Jokowi.

Jokowi terbang menuju Eropa untuk mengikuti serangkaian pertemuan tingkat tinggi. Jokowi akan menghadiri KTT G20 di Roma, COP26 di Glasgow kemudian lanjut terbang ke Uni Emirat Arab (UEA).

Ada hal menarik di balik kunjungan kerja Jokowi ke luar negeri. Dari rombongan yang melepas keberangkatan Jokowi, tampak KSAD Jenderal Andika Perkasa.

Selain Jenderal Andika, hadir juga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Pranowo hingga Mensesneg Pratikno. Biasanya, dalam kesempatan sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bakal ikut melepas Jokowi jika di sana hadir Kapolri Jenderal Sigit. Namun, kali ini yang hadir adalah KSAD Jenderal Andika Perkasa.

Sebelum itu, candaan Jokowi kepada Jenderal Andika juga menuai sorotan. Momen Jokowi melempar candaan ke Iriana dan Andika itu terjadi setelah upacara HUT ke-76 TNI di halaman Istana Merdeka selesai, Selasa (5/10). Jokowi saat itu bersama Iriana dan Wapres Ma'ruf Amin beserta Wury Estu Handayani meninjau alutsista di depan Istana.

Sejumlah pejabat lain turut mendampingi, di antaranya Menko Polhukam Mahfud Md, Menhan Prabowo Subianto, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Jokowi tampak berdialog dengan Hadi di depan deretan kendaraan taktis yang dipamerkan.

Setelah itu, KSAD Jenderal Andika Perkasa turut memberikan penjelasan kepada Jokowi.

"Ini ada yang menonjol, ini Angkatan Darat, kami punya 56 rantis," ucap Andika.

Peninjauan kendaraan-kendaraan taktis ini tak berlangsung lama. Jokowi dan rombongan langsung meninggalkan lokasi. Sebelum kembali ke Istana, Jokowi sempat melontarkan candaan ke istrinya. Jokowi menawari Iriana naik kendaraan taktis TNI dan KSAD Andika yang menyopiri.

"Mau naik gimana? Biar yang nyetir Pak Andika, ha-ha-ha...," demikian candaan Jokowi kepada Iriana.

Jokowi, Ma'ruf Amin, Iriana Jokowi, dan Wury Ma'ruf kemudian menuju golf car. Jokowi kembali menyopiri golf car, mereka kemudian meninggalkan lokasi pameran alutsista.

Alasan Marsekal Hadi Tak Lepas Keberangkatan Jokowi

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto ternyata sedang berada di Singapura sehingga tidak bisa melepas keberangkatan Jokowi. Kunjungannya ke Negeri Singa dalam rangka menerima tanda kehormatan dari Presiden Singapura, YM Halimah Yacob.

Berdasarkan rilis dari Kabid Penerangan Internasional Puspen TNI, Kolonel Laut (P) Djawara HT Whimbo, Hadi dianugerahi 'Darjah Utama Bakti Cemerlang' atau dikenal dengan sebutan 'Distinguished Service Order'. Upacara penganugerahan tanda kehormatan digelar di Istana Kepresidenan Singapura, Jumat (29/10/2021) sore.

Djawara menjelaskan tanda kehormatan adalah bentuk apresiasi atas pengabdian dan jasa Hadi. Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) itu dinilai meningkatkan hubungan baik TNI dengan Angkatan Bersenjata Singapura.

Djawara menyebut ini pertama kalinya Presiden Halimah memberikan medali penghormatan dalam dua tahun terakhir.

Usai menerima tanda kehormatan Distinguished Service Order, Hadi mengunjungi Menteri Pertahanan Singapura, YM Dr Ng Eng Hen dan Panglima Angkatan Bersenjata Singapura Letnan Jenderal Melvyn Ong, PPA (E).

Dubes LBBP RI untuk Republik Singapura, Suryo Pratomo, Asisten Operasi Panglima TNI, dan Kepala Pusat Kerja Sama Internasional TNI turut mendampingi Hadi.

Bursa Panglima TNI

Seperti diketahui, Jokowi tengah mencari calon panglima TNI baru menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto yang pensiun bulan depan. Saat ini, belum ada keputusan dari Jokowi, bahkan surat presiden (surpres) calon panglima TNI baru belum dikirimkan ke DPR RI.

"Kita bersabar saja, tetapi Presiden pasti akan mengambil keputusan yang terbaik dan kemudian yang kedua Presiden akan mengikuti aturan sesuai dengan perundang-undangan yang ada. Insyaallah mengikuti selalu seperti itu," kata juru bicara Presiden saat itu, Fadjroel Rachman, di kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (22/10/2021). Fadjroel menjawab pertanyaan soal apa yang ditunggu Jokowi dan waktu pengiriman supres yang dianggap relatif lebih lama dibandingkan sebelumnya.

Fadjroel menegaskan Jokowi pasti mengikuti aturan terkait pergantian Panglima TNI ini. Prinsip good governance, kata Fadjroel, selalu diterapkan.

Sebelumnya diberitakan, informasi yang dihimpun, pilihan Istana sebenarnya sudah condong ke satu nama, yaitu KSAL Laksamana Yudo Margono. Namun masih ada pihak-pihak yang ingin KSAD Jenderal Andika menjadi Panglima.

Sejumlah pejabat tinggi dikabarkan turut serta bersuara soal calon Panglima. Seorang perwira tinggi yang punya pengaruh besar di kalangan internal TNI kabarnya mendukung Yudo. Seorang menteri senior juga disebut lebih senang Yudo menjadi Panglima ketimbang Andika.

Namun pihak-pihak pendukung Andika tak tinggal diam. Sejumlah tokoh yang dekat Istana bergerak agar Jokowi menjatuhkan pilihan pada Andika.

Tarik-menarik kepentingan ini membuat alot keputusan soal Panglima TNI. Istana hingga saat ini belum juga membuat keputusan, padahal masa pensiun Marsekal Hadi kian dekat, yaitu 8 November nanti.[detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan