Pemerintah Siapkan 80 Ribu Sambungan Listrik Tahun Depan

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkapkan pemerintah menyiapkan anggaran untuk program bantuan pemasangan listrik mencapai 80 ribu sambungan pada 2022. Bantuan ini untuk mengejar target rasio elektrifikasi mencapai 100 persen pada tahun depan.

"Kami memiliki program bantuan pasang baru listrik melalui anggaran APBN sejumlah 80 ribu sambungan untuk 2022," ucap Arifin seperti dilansir dari Antara, Selasa (5/10).

Arifin mengatakan bantuan ini akan diberikan untuk meningkatkan akses listrik bagi masyarakat. Khususnya yang berada di daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T).

Saat ini, Kementerian ESDM tengah melakukan penyisiran terhadap rumah tangga di seluruh desa dan dusun daerah 3T yang tidak mampu membayar biaya pasang baru pada daerah yang telah berlistrik. Dari hasil penyisiran, sambungnya, ada tiga provinsi yang perlu mendapat perhatian, yaitu Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua.

Lebih lanjut, Arifin menuturkan akses listrik bagi masyarakat di pedesaan yang semula berasal dari pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) akan diganti dengan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) sesuai potensi setempat. Salah satunya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap.

Kendati begitu, akses listrik ini memiliki tantangan, yaitu sumber listrik jauh dari pusat kebutuhan. Untuk itu, pemerintah berencana membangun pula interkoneksi ketenagalistrikan di dalam pulau dan antar pulau melalui program Super Great.

"Dalam rangka meningkatkan keandalan listrik dan penetrasi energi baru terbarukan yang sumbernya berada jauh dari pusat demand listrik, maka pemerintah mendorong pengembangan interkoneksi ketenagalistrikan di dalam pulau maupun antarpulau," ujarnya.

Interkoneksi ini, katanya, tidak hanya untuk meningkatkan akses, tapi menciptakan pemerataan suplai listrik dari daerah yang berlebih ke daerah yang kekurangan. Lebih lanjut, interkoneksi juga dilakukan Indonesia dengan negara tetangga.

Misalnya, dari Sumatera ke Malaysia yang telah dijadwalkan operasinya (commercial operation date/COD) pada 2030. Begitu pula dari Sumatera ke Singapura, namun ini masih tahap kajian.

Dengan kebijakan ini, Arifin yakin target rasio elektrifikasi dapat dicapai. Rasio elektrifikasi sendiri sudah mencapai 99,37 persen per Juni 2021.[cnnindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan