Periode PPKM Berakhir Besok, Pilih Dilanjutkan atau Dibebaskan?

Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel 1-3 selama dua pekan akan berakhir besok, Senin (4/10/2021). Pemerintah pun melakukan beberapa relaksasi bagi wilayah yang berhasil mengendalikan kasus dan turun level.

Beberapa relaksasi yang dibuat yakni anak usia 12 tahun boleh masuk mal di 5 daerah (Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta dan Surabaya), bioskop kembali beroperasi, pertandingan liga 2 diperbolehkan, pintu masuk ke Indonesia dibuka, aturan mengenai WFO dan lain-lain.

Terkait masa periode PPKM yang berakhir esok hari, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah mengatakan, PPKM ada baiknya terus berlanjut sampai pandemi selesai.

Dia mengatakan, kebijakan PPKM berlevel sudah tepat dilakukan karena ekonomi telah diberi ruang gerak dan disaat bersamaan masih fokus pada pengendalian COVID-19 agar tidak terjadi lonjakan kasus.

"Kita harus mempertahankan momentum meredanya pandemi.
Di sisi ekonomi sendiri meskipun ada PPKM sudah terlihat proses perbaikan. Kita sudah mulai kembali ke jalur pemulihan ekonomi. Sudah terlihat di indikator-indikator seperti penjualan kendaraan bermotor dan PMI," jelasnya.

Meski sudah terjadi perbaikan ekonomi dan kesehatan namun tetap harus waspada terhadap gelombang ketiga pandemi COVID-19. Oleh sebab itu, kata dia, besok akan ditinjau kembali kelanjutan PPKM.

"Kita saat ini belum aman, masih ada kemungkinan terjadi 3rd wave, jangan sampai itu terjadi. Oleh karena itu PPKM harus tetap dipertahankan yang berubah itu levelnya. Sekarang sebagian daerah ada di level 3 dan 2, besok akan ditinjau. Ada yang turun menjadi level 2 dan level 1, tapi tetap menetapkan PPKM," kata Piter saat dihubungi detikcom, Minggu (3/10/2021).

Sementara itu, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan mengatakan, PPKM berlevel harus sudah dibebaskan namun dengan catatan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Menurutnya, kegiatan ekonomi pun sudah mulai pulih.

"Dibebaskan (PPKM), tapi dengan prokes. PPKM sudah jadi basa-basi, aktivitas sosial masyarakat sudah bebas. Beberapa minggu ini sudah mendekati normal (kegiatan ekonomi)," ujar Anthony.

Dia menyarankan, agar kebijakan ke depan dapat berpihak pada usaha kecil dan mikro serta lebih memperhatikan lagi kegiatan ekonomi di tempat usaha yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa.

"Bebaskan aktivitas usaha kecil dan mikro, dan yang berpenghasilan harian untuk bisa normal cari uang. Perketat usaha yang membuat kerumunan massal dan harus memperketat protokol kesehatan," pungkasnya.[detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan