Risma Rapel 5 Bulan Bansos Sembako di Gorontalo dengan Uang

Menteri Sosial Tri Rismaharini akan memberikan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau disebut juga bansos sembako kepada warga Gorontalo dalam bentuk uang tunai dalam penyaluran periode Oktober-November.

Risma menyampaikan, beberapa warga masih belum mendapat bansos BPNT sejak bulan Juli. Sementara bansos sembako ini tak bisa bertahan lama sehingga pihaknya memutuskan untuk mengganti bantuan sembako menjadi bantuan tunai khusus untuk Provinsi Gorontalo.

"Kalau dirapel, mereka warga yang belum dapat bansos sejak Juli akan terima lima bulan. Tidak mungkin itu semua dalam bentuk sembako, nanti bisa rusak makanannya. Penyaluran bansos BPNT disalurkan dalam bentuk cash," kata Risma dalam keterangan tertulis, Kamis (30/9).

Mantan Wali Kota Surabaya ini menjelaskan keputusan untuk menyalurkan bantuan secara tunai ini berdasarkan pertimbangan kondisi geografis dan bentang alam di Provinsi Gorontalo. Penerima bansos juga sulit ditemui karena rata-rata bekerja sebagai petani di perbukitan yang baru tiba di rumah setelah panen usai.

Distribusi bansos di Gorontalo terhambat kondisi alam menyebabkan banyak penerima bansos belum mendapatkan bantuan sejak pertengahan tahun ini.

Kemensos, lanjut Risma, juga sudah berdiskusi dengan Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, serta Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) sebagai penyalur bansos.

Untuk memudahkan bansos di Gorontalo, Risma mengatakan penerima bansos cukup datang ke kecamatan di minggu kedua setiap bulan. Pemda dan pendamping penerima bantuan juga diminta teratur setiap bulannya untuk mengumpulkan penerima bantuan.

"Jadi mereka datang ke kecamatan minggu kedua setiap bulan untuk pencairan," tuturnya.

Sebagai informasi, ada dua program bansos di bawah naungan Kementerian Sosial. Pertama bansos Program Keluarga Harapan (PKH) yang dicairkan secara tunai bertahap setiap 3 bulan, kemudian bansos BPNT berupa sembako senilai Rp200 ribu yang bisa diambil di e-warong atau distributor resmi setiap bulan.

Distribusi bansos di daerah terpencil seringkali terkendala oleh kondisi alam atau sarana prasarana. Bantuan yang tak dicairkan oleh penerima seringkali terblokir oleh bank sehingga saldo bantuan mengendap.

Sementara di daerah terpencil, banyak penerima belum mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sehingga tak bisa mencairkan bansos.[cnnindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan