Satgas Sebut Kasus Aktif Turun Drastis Lampaui Standar Global

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyebut perkembangan kasus aktif virus corona di Indonesia mengalami perbaikan lantaran terus menurun hingga tersisa 29.823 kasus pada Selasa (5/10).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut penurunan kasus aktif ini merupakan perkembangan yang sangat baik. Sebelumnya, kasus aktif Covid-19 di Indonesia mulai mengalami lonjakan kasus hingga 500 ribu lebih pada Juli 2021.

"Untuk pertama kalinya, kasus aktif kita berada di bawah satu persen yaitu 0,86 persen di minggu terakhir. Ini adalah perkembangan yang sangat baik, mengingat pada lonjakan kasus kemarin, kasus aktif kita sempat hampir mencapai 19 persen," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Selasa (5/10).

Wiku bahkan mengklaim kasus aktif Covid-19 Indonesia saat ini telah melampaui kasus aktif mingguan secara global yang menurutnya masih berada di 7,77 persen. Ia menyebut penurunan kasus aktif secara drastis ini mampu dilakukan pemerintah dalam kurun waktu dua bulan saja.

Adapun kasus aktif merupakan kasus warga terinfeksi virus corona yang tengah menjalani perawatan di fasilitas kesehatan maupun isolasi mandiri di rumah masing-masing. Apabila semakin tinggi kasus aktif, maka akan berimplikasi terhadap meningkatnya tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate  (BOR) di sejumlah faskes.

"Bahkan rata-rata dunia pun tidak pernah mencapai kasus aktif di bawah 1 persen," imbuhnya.

Namun demikian, Wiku tetap mewanti-wanti lima provinsi di Indonesia dengan kasus aktif Covid-19 tertinggi dibandingkan provinsi lainnya. Ia meminta agar lima daerah tersebut benar-benar memperhatikan flutuasi data Covid-19 dan juga perilaku serta mobilitas warga di daerah masing-masing.

Adapun lima provinsi yang dimaksud adalah Kalimantan Utara dengan kasus aktif sebesar 8,83 persen. Disusul Papua dengan 5,53 persen; Aceh 4 persen; Kalimantan Tengah 3,08 persen; dan Lampung dengan 2,63 persen kasus aktif covid-19 terkini.

"Jadi kepada Pemda, tetaplah membaca data angka Covid di wilayahnya masing-masing dengan membandingkan daerah lain dan angka nasional, sehingga dapat mengetahui dimana posisi masing-masing saat ini," ujarnya.[cnnindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan