BNPT: Farid Okbah Anggota JI, Pernah Ikut Pelatihan di Afghanistan

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI menyatakan tersangka kasus dugaan terorisme, Ustaz Farid Okbah merupakan anggota Jamaah Islamiyah (JI) yang pernah mengikuti pelatihan di Afghanistan.

Hal tersebut merupakan salah satu dari beberapa peranan lain Farid di jaringan tersebut yang membuat dirinya ditangkap oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. Farid saat ini merupakan Ketum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI).

"Farid Ahmad Okbah itu lulusan LIPIA [Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab]. Dia juga alumni Afghanistan, dia juga JI," kata Direktur Pencegahan BNPT RI, Brigjen Ahmad Nurwakhid saat dihubungi, Rabu (17/11).

Namun demikian, Nurwakhid enggan membeberkan lebih lanjut mengenai kapan persisnya Farid diterbangkan ke Afghanistan dalam proses pelatihan.

Menurutnya, hal tersebut merupakan ranah dari penyidikan sehingga belum dapat diungkap ke publik lebih lanjut. Densus 88 Antiteror saat ini masih melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap Farid yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Artinya, dia juga terkait dengan jaringan teror JI," ucap Nurwakhid melanjutkan.

Menurut dia, penangkapan penceramah hingga tokoh agama terkait dugaan tindak pidana terorisme merupakan upaya yang dilakukan oleh aparat penegak hukum dengan didasari dua alat bukti yang cukup.

Sehingga, kata dia, penyidik sudah meyakini bahwa terduga pelaku dapat ditangkap karena terlibat jaringan terorisme sebagaimana dilarang dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 2018.

"Siapapun mereka, yang terkait dengan jaringan teror. Memenuhi unsur tindak pidana teror, minimal dua alat bukti dilakukan tindakan yang namanya preventif strike. Ditangkap, ditindak untuk mencegah sebelum melakukan aksi teroris," jelasnya lagi.

CNNIndonesia.com masih mencoba menghubungi pengacara Farid, Ismar Syafruddin untuk mengkonfirmasi keterangan dari pihak BNPT RI tersebut. Namun hingga kini Ismar belum memberi respons.

Berdasarkan catatan Densus, Farid memiliki sejumlah latar belakang di jaringan JI. Ia merupakan bagian dari tim sepuh atau Dewan Syuro di organisasi tersebut.

Kemudian, Farid juga disebut sebagai anggota dewan syariah Lembaga Amil Zakat Badan Mal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA) atau Yayasan amal yang didirikan untuk pendanaan JI.

Farid juga pernah terlibat dalam pertemuan yang berkaitan dengan pengkaderan Jamaah Islamiyah (JI) di Bekasi.[cnnindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan