Bunyi Deklarasi KTT G20 2021 yang Dihadiri Jokowi di Italia

KTT G20 di Roma berfokus pada masalah COVID-19 dan iklim. Pemikiran tentang pembangunan berkelanjutan tercermin dalam deklarasi bersama para pemimpin. 

"Kami, pemimpin G20, bertemu di Roma pada 30 Oktober dan 31 Oktober, untuk membahas pada hari ini tantangan-tantangan global dan bersatu di atas usaha-usaha bersama untuk pulih dengan lebih baik dari krisis COVID-19 dan membuka pertumbuhan berkelanjutan dan inklusif di Negara-negara kami dan seluruh dunia," demikian kalimat pertama deklarasi pemimpin G20 di Roma, dikutip Senin (1/11/2021).

Totalnya ada 52 paragraf dalam deklarasi itu yang dibuka dengan ekonomi global, lalu dilanjutkan dengan isu kesehatan, pertumbuhan berkelanjutan, dukungan ke negara-negara rentan, arsitektur finansial internasional, pangan, lingkungan, perkotaan dan ekonomi sirkular, energi dan iklim, pendanaan berkelanjutan, pajak interasional, kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, pekerjaan, pendidikan, migrasi, transportasi dan travel, regulasi finansial, perdagangan dan investasi, infrastruktur, produktivitas, ekonomi digital, pendidikan tinggi, penelitian, data, wisata, budaya, dan ditutup dengan anti-korupsi.

Dalam hal wisata, para pemimpin berjanji akan membantu bangkitnya sektor tersebut dari COVID-19. Mereka juga menegaskan tak akan memberikan toleransi pada aksi korupsi.

Pada sektor pekerjaan, para pemimpin menyorot bagaimana pandemi berdampak pada ketidaksetaraan di pasar tenaga kerja. Solusinya, mereka berjanji akan mendukung kebijakan yang berpusat pada manusia agar kondisi kerja menjadi lebih mumpuni dan sehat.

Menariknya lagi ada isu tentang data. Kebutuhan akan data membuat para pemimpin berjanji untuk menyediakan data yang lebih luas dan mudah digunakan. Mereka pun menekankan aspek privasi dan keamanan, serta berjanji adanya konektivitas yang bisa diakses semua kalangan pada 2025.

Lingkungan dan Vaksin

Para pemimpin G20 juga memastikan, imunisasi COVID-19 adalah barang miliki seluruh dunia. Dijanjikan agar akses imunisasi yang universal dan berkualitas akan disebar ke negara-negara yang membutuhkan.

Untuk mencapai target WHO agar 40 persen populasi tiap negara sudah divaksin dan 70 persen pada pertengahan 2022, maka negara-negara G20 akan berkolaborasi agar memastikan persediaan vaksin bisa terjadi.

Turut menjadi sorotan adalah isu lingkungan menjelang COP26 di Glasgow.

Para pemimpin berkomitmen agar mencegah hilangnya biodiversitas pada 2030. Ada pula program Dekade Restorasi Ekosistem 2021-2030.

Di daratan, para pemimpin berkomitmen mengurangi degradasi lahan, serta melawan aksi ilegal dalam logging kayu, pertambangan, perdagangan alam liar, dan pembuangan limbah berbahaya. Di lautan, para pemimpin akan mengakhiri penangkapan ilegal dan tak diregulasi, serta mengakhiri overfishing.[liputan6.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan