Diisukan Bisnis PCR, Pengamat: Ada Motif Pembunuhan Karakter Erick Thohir Jelang 2024

Rumor dan tuduhan keterlibatan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam bisnis Polymerase Chain Reaction (PCR) sangat berlebihan dan cenderung fitnah.

"Bahkan ini bisa lebih kepada pembunuhan karakter terhadap beliau," kata Direktur Jaringan Muda Cendekia Indonesia yang juga mantan Ketua Umum HIMA Persis, Ahmad Nizar Saputra, Sabtu (6/11/2021).

Hal ini, jelas Nizar, berdasarkan beberapa argumen dan fakta. Pertama, Erick Thohir sudah tidak aktif lagi di Yayasan Adaro Bangun negeri, yang disebut punya saham dan main bisnis keuntungan di PT GSI. Kedua, yayasan tersebut hanya mempunyai 6% kepemilikan saham.

"Sehingga, sangat minim untuk dikatakan bermain bisnis-keuntungan di tes PCR. Berbeda Kalau kepemilikan sahamnya lebih dari 35%, pasti akan sangat kentara peranannya," ungkap Nizar, yang juga Sekjen Solidaritas Ulama Muda untuk Jokowi.

Nizar pun menekankan rumor dan tuduhan keterlibatan Erick Thohir sangat tidak bisa dipertanggung jawabkan. Malah sebaliknya, semua pihak harus mengapresiasi usaha-usaha kementerian BUMN di bawah nakhoda Erick Thohir yang selama ini sudah optimal dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

"Seperti misalnya memastikan ketersediaan vaksin Covid-19, obatan-obatan bagi para pasien Covid 19, dan masih banyak lagi. Jadi ini ada upaya membunuh karakter Erick, apalagi ini jelang 2024," jelas Nizar. [sindonews.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan