Indonesia Masih Peringkat Pertama di Asia Tenggara dalam Indeks Pemulihan Covid-19

Indonesia menempati peringkat teratas di Asia Tenggara dalam Indeks Pemulihan Covid-19 atau Covid-19 Recovery Index terbaru yang dirilis Nikkei pada Jumat (5/11/2021).

Data tersebut diambil Nikkei sepanjang Oktober. Dalam indeks tersebut, Nikkei menilai negara dan wilayah yang mencakup manajemen infeksi, vaksinasi, dan mobilitas sosial.

Semakin tinggi peringkat dan nilainya, semakin dekat suatu negara dan wilayah tersebut dengan pemulihan.

Hal tersebut ditandai dengan sedikitnya infeksi, tingginya vaksinasi, dan langkah-langkah jarak sosial yang kurang ketat.

Dalam Covid-19 Recovery Index terbaru, Indonesia diberi total skor 56,0. Skor tersebut meningkat dari bulan sebelumnya yakni 54,5.

Beberapa negara yang juga memperoleh skor 56,0 dalam Covid-19 Recovery Index selain Indonesia adalah Kuwait dan Yordania.

Dengan perolehan skor tersebut, Indonesia masih menempati peringkat teratas di Asia Tenggara dalam pemulihan Covid-19 menurut Nikkei.

Bila di-ranking secara global, Indonesia menempati peringkat ke-41 dari 121 negara yang dinilai Nikkei.

Peringkat Indonesia secara global dalam rilis terbaru tersebut juga naik dibandingkan bulan sebelumnya yakni pada ranking ke-54 dari 121 negara.

Berikut peringkat Covid-19 Recovery Index dari Nikkei yang diringkas Kompas.com berdasarkan regional Asia Tenggara per 31 Oktober.

Indonesia 56,0
Kamboja 55,0
Malaysia 54,5
Thailand 43,5
Vietnam 43,5
Singapura 42,0
Filipina 41,5
Myanmar 39,5
Laos 24,0

Melansir covid19.go.id, jumlah kasus Covid-19 harian Indonesia terus mengalami penurunan. Pada Sabtu (6/11/2021) Indonesia melaporkan 622 kasus Covid-19 baru dalam sehari.

Pada Jumat, sebanyak 216.601 spesimen diperiksa dalam sehari. Positivity rate dengan PCR sangat rendah yakni sebesar 1,27 persen.

Sementara itu, Singapura, meski memiliki tingkat vaksinasi tertinggi di Asia, merosot ke peringkat terendah sejak Covid-19 Recovery Index pertama kali diterbitkan pada Juli.

“Negeri Singa” saat ini mencatat lebih dari 3.000 kasus baru hampir setiap hari setelah sempat menembus 5.000 kasus dalam sehari pada akhir Oktober.

Lonjakan kasus di sana membuat fasilitas kesehatan kewalahan, mendorong pihak berwenang untuk mempertahankan sejumlah pembatasan sosial.

Di sisi lain, Uni Emirat Arab (UEA) menempati peringkat tertinggi secara global dalam Covid-19 Recovery Index Nikkei dengan skor 74,0.[kompas.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan