Ini 2 Nama Calon Kuat KSAD Pengganti Jenderal Andika Perkasa

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunjuk Kepala Staf Angkatan Darat ( KSAD ) Jenderal Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI. Setelah nanti Andika resmi dilantik sebagai Panglima TNI, maka posisi KSAD akan kosong.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP, Tubagus Hasanuddin memberikan bocoran mengenai dua nama calon kuat KSAD pengganti Andika. Namun, jenderal purnawirawan AD ini lebih dulu menjelaskan kriteria seorang KSAD.

"Prosedur pengangkatan KSAD itu calon KSAD diajukan oleh Panglima TNI dan kemudian dipilih oleh presiden, kemudian presidenlah yang mengeluarkan surat tersebut. Lalu, persyaratannya itu apa? tentu adalah perwira yang masih dinas jadi belum pensiun, atau perwira aktif, berpangkat letnan jenderal, karena dari letjen bintang 3 menjadi bintang 4," kata Hasanuddin kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (4/11/2021).

Menurut Hasanuddin, yang menjadi menarik ketika ada 6 letjen yakni pertama, Wakil KSAD Letjen Bakti Agus, Pangkostrad Letjen Dudung Abdurrachman, Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Letjen Joni Supriyanto, Komandan Pusat Teritorial AD (Pusterad) Lerjen Teguh Arief Indratmoko, Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) Letjen Arip Rahman dan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen Eko Margiyono.

"Jadi ada enam. Ada letjen yang lain tapi beliau korpnya dari Banmin, dan struktur jabatan yang diembannya saya kira berbeda dengan keenam orang ini," katanya.

Legislator asal Jawa Barat ini memaparkan lebih detail bahwa Letjen Bakti Agus akan memasuki masa pensiun pada tahun depan, Letjen Dudung akan pensiun pada 1 Desember 2023, Letjen Joni juga akan pensiun pada 1Juli 2022, Letjen Teguh Arief akan pensiun pada 1 Januari 2022, Letjen Arief akan pensiun pada 1 Mei 2024, Letjen Eko masih cukup panjang dan akan pensiun pada 1 Juni 2025.

Menurut dia, dalam tradisi pengangkatan KSAD sekarang ini, biasanya yang dipilih adalah jenderal bintang tiga yang diangkat dari Wakasad atau Pangkostrad. Itu berdasarkan pengalaman yang sebelumnya. Soal siapa yang berpeluang, tinggal tunggu waktu saja.

"Jadi yang ada di sini memenuhi persyaratan dari kebiasaan kecuali misalnya ada petunjuk lain ya itu satu adalah Letjen Bakti Agus Wakasad dan Letjen Dudung Pangkostrad," ucap Hasanuddin.

"Tapi dari dua ini, Pak Agus akan pensiun 1 Desember tahun depan, sementara Pak Dudung akan pensiun tahun 2023, ya kira-kira siapa saya tidak mau berandai-andai ya, kita tunggu saja keputusan presiden nanti," imbuhnya.

Yang jelas, dia menilai bahwa semua kandidat potensial yang ia sebutkan tadi adalah para jenderal yang memenuhi syarat. Tinggal bagaimana keputusan Panglima TNI dan Presiden Jokowi nantinya.

"Saya melihat sama, pernah jadi Panglima Kodam, pernah jadi Wakasad, dan Pangkostrad. Dua itu memenuhi persyaratan kemungkinan, tapi menurutnya ya menurut Pak Presiden dan Panglima TNI," katanya. [sindonews.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan