Ini Alasan Penyebar Seruan Jihad Lawan Densus Tak Diproses Hukum

AW (35), penyebar seruan jihad melawan Densus 88 Antiteror Polri dan membakar kantor polres-polres, ditangkap dan kemudian dipulangkan. Polri memilih menerapkan pembinaan terhadap AW.

"Yang bersangkutan masih bisa dilakukan pembinaan. Polri memberikan kesempatan yang bersangkutan untuk kita bina," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Selasa (23/11/2021).

"Sehingga pada malam harinya pada 18.30 WIB, Saudara AW dipulangkan ke rumahnya," sambung dia.

Polri memastikan tak ada proses hukum. "Dan tentu tidak dilakukan proses hukum, namun dilakukan secara pembinaan," sambungnya.

Ramadhan menjelaskan AW juga telah mengakui kesalahannya. Ramadhan menyampaikan AW berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

"Kemudian yang bersangkutan mengakui salah dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya," kata Ramadhan.

Adapun Ramadhan mengungkapkan AW menyebarkan pesan lawan Densus 88 dan bakar polres melalui 2 media sosial (medsos). Ramadhan mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi.

"Yang terpenting adalah dalam kasus ini bahwa masyarakat terhindar dari upaya-upaya provokasi. Polri memberikan penjelasan bahwa penegakan hukum yang dilakukan oleh Polri dilakukan secara profesional dan proporsional," jelasnya.

Sebelumnya, Polri mengatakan AW, penyebar seruan jihad melawan Densus 88 Antiteror Polri, mengkonsumsi obat jenis Riklona sebanyak empat butir dalam waktu yang bersamaan. Hal itulah yang membuat AW tidak bisa mengendalikan diri saat mengunggah seruan jihad itu.

"Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas Satreskrim Polresta Bandung dilakukan wawancara dan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, yang bersangkutan sebelum memposting, mengonsumsi obat jenis Riklona secara sekaligus sebanyak 4 butir," kata Ramadhan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jaksel, Senin (22/11).

"Dampak dari Riklona tersebut, pengakuan Saudara AW yang bersangkutan kehilangan fokus atau kehilangan konsentrasi sehingga tidak bisa mengendalikan diri," pungkas dia. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan