Mahfud Md: Pengkritik Pemerintah Harus Siap Terima Kritik Balik

Menko Polhukam Mahfud Md menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah antikritik dan memang tidak diperbolehkan. Namun demikian pengkritik pemerintah juga harus siap menerima kritik balik.

Hal itu disampaikan Mahfud Md saat menjadi keynote speaker dalam acara Webinar Majelis Guru Besar UII Yogyakarta secara daring, Kamis (18/11/2021).

"Saya selalu mengatakan, baru saja saya bicara dengan ulama di Pekalongan, pemerintah tidak antikritik, tidak boleh kita antikritik," kata Mahfud.

Namun, ia mengingatkan kepada pihak yang mengkritik harus siap dikritik balik. Pemerintah, kata dia, menjawab kritik itu dengan data dari pemerintah sebagai pembanding.

"Tetapi apapun yang mau mengkritik harus siap menerima kritik balik. Menerima data pembanding dari pemerintah," tegasnya.

Sebelumnya Mahfud Md sempat menegaskan Indonesia merupakan negara demokrasi, semua orang boleh melontarkan kritik. Namun, Mahfud mengatakan, jika dirinya menjawab kritik warga, itu bukan berarti dirinya antikritik.

"Sekarang saudara boleh bicara apa saja, karena ini di era demokrasi. Dan tidak apa-apa bicara. Cuman kalau ada orang bicara nge-kritik itu, boleh saja. Tetapi kalau misalnya kita menjawab kritik, jangan dibilang antikritik. Ya kritik saja keras-keras," ujar Mahfud dalam diskusi virtual yang disiarkan PPP, Rabu (20/10/2021).

Mahfud mengungkapkan bentuk antikritik yang sebenarnya. Menurutnya, antikritik adalah di mana ketika seseorang tidak terima dikritik, dan justru bertindak represif.

"Ini demokrasi, harus membanding pendapat. Yang antikritik itu kalau melakukan tindakan represif terhadap misalnya orang yang mengkritik," tutur Mahfud Md. [detik.com]


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan