Mahfud Ungkap Kondisi Terakhir Saat Bertemu SBY, Doakan Segera Sembuh

Menko Polhukam Mahfud Md mengaku sempat berkomunikasi langsung dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelum didiagnosis mengidap kanker prostat. Mahfud mengatakan komunikasi berlangsung saat prosesi pemakaman mantan Mensesneg Sudi Silalahi.

"Komunikasi langsung saya dengan Pak SBY pada saat upacara pemakaman mantan Mensesneg almarhum Sudi Silalahi. Saat itu kami sempat ngobrol sebentar," kata Mahfud kepada wartawan, Rabu (3/11/2021).

Prosesi pemakaman Sudi Silalahi berlangsung di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (26/10). Mahfud mengungkapkan saat itu SBY menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah atas penanganan pemakaman almarhum Sudi Silalahi. SBY, kata Mahfud, berpesan agar meneruskan perjuangan almarhum Sudi Silalahi.

"Pak SBY bilang terima kasih kepada Pemerintah atas penanganannya dalam penguburan. Waktu itu saya mewakili pemerintah menjadi Irup (Inspektur Upacara) pemakaman Pak Sudi Silalahi. Selanjutnya beliau bilang, 'Kita kehilangan teman yang baik, itu takdir Allah, kita doakan dan teruskan perjuangan Pak Sudi'," ujarnya.

Mahfud menyampaikan saat itu wajah SBY nampak kurang cerah. Mahfud mendoakan SBY segera disembuhkan.

"Waktu itu wajah beliau memang tampak agak kurang cerah, tapi saya anggap itu karena dukacita atas wafatnya Pak Sudi, bukan karena sakit. Kita doakan agar Pak SBY segera sembuh," ucap Mahfud.

SBY didiagnosis terkena kanker prostat. Hal itu disampaikan staf pribadinya, Ossy Dermawan pada Selasa (3/11). SBY sudah bertolak ke Amerika Serikat untuk mengobati penyakitnya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan