Menag Minta Penggunaan Toa di Masjid Harus Pentingkan Kenyamanan Bersama

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyebut penggunaan pengeras suara atau toa di masjid harus mempertimbangkan aspek kenyamanan bersama. Sebab, mendengarkan suara adzan atau lantunan ayat suci harus senantiasa membawa pada kebaikan.

"Tapi ada satu hal yang tidak kalah penting agar penggunaan pengeras suara ini benar-benar bisa mempertimbangkan aspek kenyamanan bersama, karena kita masyarakat kita hidup dalam masyarakat yang memang beradab," kata Yaqut dalam video conference, Kamis (11/11/2021).

Lalu, Yaqut berbicara pentingnya ulama terkait penggunaan pengeras suara di masjid ini. Dia ingin agar ulama memberikan pengetahuan ke pengelola masjid perihal pentingnya menggunakan pengeras suara secara bijaksana.

"Peran para ulama menjadi sangat penting untuk memberikan Insight atau wawasan yang lebih luas kepada para pengelola masjid dan mushola supaya lebih bijaksana dalam menggunakan pengeras suara," ucapnya.

"Agar apa kenyamanan bersama ini tetap bisa dijaga, tapi di saat yang sama syiar dan menjadikan apa pengeras suaranya sebagai wasilah. Untuk dakwah kita ini juga bisa dijalankan secara bersama," sambungnya.

Selain itu, Yaqut juga berterima kasih atas nama pemerintah. Menurutnya, dalam ijtima ulama kali ini mereka memutuskan membuat pedoman pengeras suara untuk masjid-masjid di seluruh Indonesia.

Suara Azan Jakarta Jadi Sorotan Media Asing

Sorotan mengenai suara azan di Jakarta ini sebelumnya diangkat oleh Agence France-Presse (AFP), agensi berita internasional yang berpusat di Paris, Prancis.

"Ketakwaan atau gangguan kebisingan? Indonesia mengatasi reaksi volume azan," demikian judul AFP, diunggah Kamis (14/10).

Salah satu narasumber AFP adalah muslimah berusia 31 tahun dengan nama samaran Rina, pengidap gangguan kecemasan (anxiety disorder) yang tidak bisa tidur, mengalami mual untuk makan, dan takut untuk menyuarakan komplain soal suara azan dari masjid di dekat rumahnya.

AFP menuliskan azan dan masjid adalah dua hal yang dihormati di Indonesia, negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Mengkritik azan dan masjid bisa berujung pada tuduhan penistaan agama dengan ancaman 5 tahun penjaraan

"Tidak ada yang berani untuk komplain soal itu di sini," kata Rina.

Rina selalu terbangun dari tidurnya pukul 3 dini hari karena terusik suara pengeras suara dari masjid di dekat rumahnya.

"Tidak ada yang berani untuk komplain soal itu di sini," kata Rina. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan