Menteri PUPR Sebut Jokowi Akan Tinjau Banjir Sintang

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebut Presiden Jokowi bakal meninjau banjir di Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar). Namun sebelum Jokowi, ia akan terlebih dulu ke Sintang pada Kamis (18/11).

Ia menyebut kunjungannya ke Sintang untuk memantau langsung keadaan terkini. Itu juga dilakukan untuk mengatur jadwal kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Sintang. Ia menyebut Jokowi telah menyatakan akan berkunjung ke Sintang usai kunjungan Basuki.

"Saya baru akan ke sana lusa karena besok ada sidang Kabinet Paripurna sehingga saya ke sana Kamis," kata dia kepada wartawan di Serang, Banten, Selasa (16/11).

Basuki menduga banjir Sintang disebabkan oleh alih fungsi hutan tangkapan hujan (catchment area) menjadi perkebunan. Dugaan tersebut ia buat setelah mendapat laporan dari Lasarus, Anggota Komisi V DPR RI dari Kalimantan Barat.

"Bayangkan Sungai Kapuas panjang 1.100 km dengan total catchment area yang sudah berubah fungsi," imbuhnya.

Selain itu, Basuki menyebut banjir juga disebabkan oleh cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini sehingga Sungai Kapuas meluap.

Untuk solusi jangka panjang, Basuki menyebut kemungkinan pemerintah akan melakukan penanaman kembali area yang sudah berubah fungsi dan juga menyetop izin perkebunan.

"Jangka panjang pasti akan ada penanaman kembali area yang sudah berubah fungsi dan menyetop alih fungsi, mungkin izin-izin perkebunan mulai disetop," pungkasnya.

Banjir menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Sintang selama sebulan terakhir ini. Akses bantuan ke daerah itu sempat tertutup karena ketinggian air.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sintang mencatat, sampai saat ini, sebanyak 35.807 KK atau 124.497 warga terdampak. Dari jumlah warga yang terdampak itu, sebanyak 25.884 orang terpaksa harus mengungsi.

Warga yang mengungsi tersebar di 32 posko pengungsian yang ada di 12 kecamatan di Sintang. Selain itu, terdapat juga 24 dapur umum dan 5 posko.

Plt. Sekretaris BPBD Sintang Sugiyanto mengatakan kondisi banjir di Sintang mulai surut di sejumlah titik sejak kemarin, Senin (16/11). Namun, tinggi air di sejumlah titik yang merendam pemukiman warga itu masih ada yang berkisar 1-3 meter.[cnnindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan