Negara Buru Utang Anak-anak Soeharto, Dari Tommy hingga Tutut

Putra-putri mantan Presiden Soeharto terbelit kasus utang kepada negara. Siapa saja mereka dan seperti apa kasusnya? Berikut ini penjelasan lengkapnya

1. Tommy Soeharto

Pemilik nama lengkap Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto diketahui berutang kepada negara dengan total Rp 2,61 triliun. Utang itu diketahui dimiliki oleh perusahaannya, PT Timor Putra Nasional.

Satgas BLBI yang dikomandoi anak buah Sri Mulyani, Rionald Silaban pada 26 Agustus 2021 telah memanggil Tommy dan juga perwakilan lain Ronny Hendrato. Namun, kala itu Tommy hanya mengutus perwakilannya untuk memenuhi panggilan Satgas BLBI.

Terbaru, mempertegas pengejaran utang Pangeran Cendana. Satgas BLBI pun menyita aset PT TPN senilai Rp 600 miliar. Penyitaan dilakukan hari ini, Jumat (5/11/2021) oleh juru sita PUPN. Mereka penyitaan dan pemasangan plang atas empat aset tanah yang merupakan jaminan kredit PT TPN.

Menurut keterangan Satgas BLBI PT TPN masih berutang kepada negara sebesar Rp 2,374 triliun. Utang tersebut bermula saat PT TPN mendapat fasilitas pinjaman dari Bank Bumi Daya, yang kini Bank Mandiri. Jaminan kredit yang digunakan adalah dana rekening giro dan rekening deposito, namun tidak bisa dialihkan karena saat itu masih dalam status sita oleh kantor pajak.

2. Tutut Soeharto

Siti Hardiyanti Rukmana Alias Tutut Soeharto menjadi salah satu daftar pengutang BLBI yang jadi prioritas penanganan Satgas. Itu terungkap dari dokumen penanganan hak tagih negara dana BLBI tertanggal 15 April 2021.

Pada dokumen tersebut, Tutut mendapatkan dana BLBI melalui PT Citra Mataram Satriamarga, PT Marga Nurindo Bhakti, PT Citra Bhakti Margatama Persada.

Utang yang ditagih negara berdasarkan dokumen yang beredar adalah Rp 191.616.160.497, Rp 471.479.272.418, US$ 6.518.926,63, dan Rp 14.798.795.295,79.

Sama dengan Tommy, Tutut juga diketahui telah memenuhi panggilan Satgas BLBI. Hal itu pernah disampaikan oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan sekaligus Ketua Pelaksana Satgas BLBI Rionald Silaban.

3. Bambang Trihatmodjo

Sedangkan Bambang memiliki utang atas penyelenggaraan SEA Games 1997 sebesar Rp 60 miliar, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus mengejarnya meskipun putra Soeharto itu menolak penagihan utang tersebut.

"Kalau Bambang posisinya masih sama, artinya memang tagihan pemerintah kepada yang bersangkutan masih seperti itu," kata Dirjen Kekayaan Negara Kemenkeu Rionald Silaban dalam konferensi pers Kenaikan Nilai Aset Tetap Pada LKPP 2020, 16 Juli 2021. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan