Panglima TNI: Saya yang Minta KSAD Lepas Presiden, Pertimbangan Senioritas

Momen Kepala Staf Angkatan Udara (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa melepas kepergian Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Italia mengundang beragam tafsiran, mengingat saat ini publik tengah menantikan sosok pengganti Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, yang akan pensiun.

Hadi menjelaskan kehadiran Andika saat Presiden Jokowi hendak di bertolak ke Eropa adalah permintaannya. Hadi saat itu tak dapat mengantarkan Presiden Jokowi lantaran harus terbang ke Singapura untuk menerima penghargaan dari Presiden Singapura, YM Halimah Yacob.

"Saat itu, ketiga kepala staf ada di tempat, KSAD, KSAL (Kepala Staf Angkatan Laut) dan KSAU (Kepala Staf Angkatan Udara)," ucap Hadi mengawali penjelasannya kepada detikcom, Senin (1/11/2021).

Hadi menjelaskan Andika merupakan yang paling senior di antara KSAL Laksamana TNI Yudo Margono dan KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. Andika merupakan alumnus Akabri 1987, Yudo alumnus Akabri 1988-A dan Fadjar alumnus Akabri 1988-B.

"Untuk senioritas, KSAD paling senior, Angkatan 87. Sedangkan KSAL 88 A dan KSAU 88B. Agar tidak ada ketersinggungan, saya minta yang paling senior yang mewakili," terang Hadi.

Hadi menyampaikan hal yang sama juga dilakukan panglima-panglima TNI sebelum dirinya. "Hal ini dilakukan sama seperti yang dilakukan pendahulu-pendahulu saya," terang Hadi.

Seperti diketahui, Jokowi tengah mencari calon panglima TNI baru menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto yang pensiun bulan depan. Saat ini, belum ada keputusan dari Jokowi, bahkan surat presiden (surpres) calon panglima TNI baru belum dikirimkan ke DPR RI.[detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan