Polisi Kedepankan Mediasi di Kasus Arteria Dahlan-Wanita 'Anak Jenderal'

Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan dengan wanita yang mengaku anak jenderal bintang 3 TNI saling lapor polisi usai cekcok di Bandara Soekarno-Hatta. Keduanya sama-sama melaporkan pasal 315 KUHP tentang penghinaan ringan.

Polisi mengedepankan upaya mediasi untuk menyelesaikan perselisihan ini. Arteria Dahlan dan wanita 'anak jenderal' akan dipertemukan.

"Semua saling melaporkan, tapi kita upayakan untuk mediasi," kata Kasubag Humas Polres Bandara Soekarno-Hatta Iptu Prayogo saat dihubungi, Senin (22/11).

Akan Dipertemukan

Prayogo mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan memanggil Arteria Dahlan dan wanita tersebut. Keduanya akan dipertemukan untuk mediasi.

"Kalau mediasi dipertemukan kedua belah pihak, nanti teknisnya dari penyidik. Itu masih dalam kewenangan penyidik untuk selanjutnya seperti apa," terang Prayogo.

Sementara Prayogo enggan membeberkan lebih detail terkait kronologi kejadian. Namun menurutnya, keributan antara Arteria Dahlan dengan wanita 'anak jenderal' ini bermula dari di tempat pengambilan bagasi.

"Kalau kejadian sebenarnya itu masih dalam penyelidikan Satreskrim Bandara. Antrinya pas di pengambilan bagasi aja," jelas Prayogo.

Menurut Prayogo, keduanya terlibat cekcok saat melakukan pengambilan barang di bagasi. Belum diketahui secara rinci penyebab keributan tersebut.

Namun, polisi menduga ada senggolan fisik di antara keduanya hingga akhirnya pecah keributan tersebut.

"Mungkin seperti itu entah tersenggol atau bagaimana," katanya.

Kedua pihak diketahui telah membuat laporan di Polres Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (21/11) malam. Keduanya melaporkan terkait dugaan pelanggaran di Pasal 315 KUHP.

Arteria Dahlan Jelaskan Duduk Perkara

Arteria Dahlan menjelaskan peristiwa tersebut terjadi saat stafnya menurunkan tas ketika pesawat landing di Bandara Soekarno-Hatta. Menurutnya, wanita tersebut merasa terganggu karena bawaan Arteria dan ibunya, padahal saat itu hanya membawa dua koper.

Arteria menekankan dirinya dan keluarga tidak menghalangi jalan, apalagi ibunya berusia 80 tahun.

"Dia ingin memperlihatkan dia agak berbeda. Tapi kita kan tidak mempermasalahkan. Dia bilang barang bawaan saya banyak, orang saya bertiga bawa koper dua, wajar kan?" kata Arteria.

"Orang tua saya 80 tahun, dia butuh penyangga tulang itu, memang harus kita bawa, ditenteng-tenteng begitu. Kalau kami kelebihan, itu ada otoritasnya," imbuh politikus PDIP.

Perseteruan itu kemudian berlanjut ke tempat pengambilan bagasi. Arteria yang pada saat itu mengenakan masker mengaku hanya warga biasa, namun wanita yang memaki tersebut mengaku anak jenderal bintang tiga.

"Bintang tiga, lu nggak tahu siapa gua. Kasih tahu dia'. Ujung-ujungnya dia nyebut jenderal bintang tiga. Kan saya bukan siapa-siapa," ujarnya.

Tak berselang lama, wanita mengaku anak jenderal TNI itu membawa protokoler. Namun protokoler tersebut menurut Arteria, berpakaian preman.

"Kemudian datang lagi, dia bawa protokol--saya juga minta TNI menertibkan itu--rambutnya panjang, sudah kayak preman," katanya.

"Tiba-tiba dia bilang, 'Eh lu urus ini orang ini. Cari tahu dia, siapa namanya'," ujar Arteria. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan