Polri Ungkap JI Punya 'Perisai' untuk Bantuan Hukum Anggotanya yang Tertangkap

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menemukan jalan untuk membongkar kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) setelah menangkap Amir JI, Parawijayanto, pada 2019. Polri membeberkan JI memiliki sebuah badan bernama Perisai Nusantara Esa, yang didirikan oleh Anung Al Hamat, yang saat ini sudah ditangkap di Bekasi.

"Saudara AA sebagai pendiri daripada Perisai," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (17/11/2021).

Rusdi menjelaskan Perisai Nusantara Esa dibentuk bukan tanpa alasan. Menurutnya, Perisai Nusantara Esa memiliki tugas memberi bantuan hukum kepada anggota JI yang tertangkap Densus 88.

"Perisai adalah suatu badan yang dibuat untuk melakukan perbantuan hukum terhadap kelompok teroris JI yang tertangkap oleh Densus 88," tuturnya.

Tidak hanya itu, lanjut Rusdi, Perisai Nusantara Esa turut memberi bantuan kepada keluarga anggota JI yang tertangkap.

"Sekaligus memberikan bantuan kepada keluarga dari anggota-anggota kelompok JI yang tertangkap tersebut," imbuh Rusdi.

Sebelumnya, Densus 88 menangkap Ustaz Farid Okbah dan Ahmad Zain An Najah karena diduga terlibat dalam kelompok radikal Jamaah Islamiyah (JI). Polri mengungkap awal mula kelompok teroris JI dapat dibongkar oleh Polri.

"Sejak tertangkapnya Amir JI, yaitu Parawijayanto, pada 29 Juni 2019, ini bisa membuka daripada pintu masuk Densus 88 untuk lebih dapat memahami, mempelajari, tentang kelompok teroris JI tersebut," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (17/11).

Rusdi menyebut, dari hasil penangkapan Parawijayanto, jalan untuk membongkar jaringan teroris JI di Tanah Air pun terbuka. Menurut Rusdi, Parawijayanto memberikan informasi kepada polisi terkait kelompok teroris ini.

"Info yang diberikan oleh Parawijayanto dapat menggambarkan struktur organisasi JI, dapat menggambarkan pola rekrutmen dari JI, dapat menggambarkan pendanaan dari JI, dan juga bagaimana strategi daripada JI itu sendiri," ucapnya.

Menurut Rusdi, sejak 2019, Densus 88 mulai mempelajari tentang bagaimana pendanaan dari kelompok JI. Dia menyebut, dapat dipahami bersama bahwa untuk mempertahankan eksistensi, dalam satu organisasi sangat dibutuhkan pendanaan.

"Tentunya, JI terus melakukan upaya-upaya bagaimana pendanaan didapat oleh organisasi untuk tetap mempertahankan eksistensi kelompok teroris JI ini," ujarnya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan