Prabowo Bertemu Menlu Prancis, RI Fix Borong Jet Rafale?

Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian, Selasa (23/11/2021). Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas tindak lanjut kemitraan strategis antara Indonesia dan Prancis di sektor pertahanan.

Sebelumnya, RI dan Prancis telah menandatangani kesepakatan pada Juni 2021 di Prancis. Kerja sama pertahanan Indonesia dan Prancis mencakup berbagai bidang, mulai dari intelijen, hingga industri pertahanan.

"Ini juga termasuk kerja sama pasukan pemelihara perdamaian, pemberantasan terorisme. Termasuk pengembangan dan penelitian industri pertahanan termasuk produksi bersama," tulis Humas Kementerian Pertahanan di rilis yang diterima CNBC Indonesia, Rabu (24/11/2021).

Sebagaimana diketahui, sebelumnya kedua negara mengintensifkan diskusi dengan Prancis perihal pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Salah satunya terkait jet tempur Dassault Rafale.

Tidak jelas apakah Rafale juga jadi bahan pembicaraan khusus. Yang pasti, sejak awal tahun berita keinginan memboyong sudah santer terdengar dari petinggi TNI Angkatan Udara (AU).

Akuisisi dikatakan akan direalisasikan 2024 secara bertahap. Bukan hanya Rafale tapi juga F-15 EX.

Rafale memang bukan sebarang jet tempur. Pesawat ini diklaim mampu sebagai proyeksi kekuatan dan penyebaran untuk misi eksternal, misi serangan dalam, dukungan udara untuk pasukan darat, misi pengintaian, serangan pelatihan pilot, dan tugas pencegahan nuklir.

Le Drian sendiri melakukan lawatan ke Indonesia sejak 23 November 2021. Kemarin, ia diterima langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan bertemu juga dengan Menlu Retno Marsudi dan Menko Marves Luhut Pandjaitan.

"Jean-Yves Le Drian akan membahas implementasi strategi Indo-Pasifik Prancis dan Eropa dalam mendukung ruang bebas, terbuka, dan berdasarkan penghormatan terhadap hukum internasional dan multilateralisme," sebut keterangan resmi pemerintah Prancis.

Tak hanya itu,Le Drian juga membahas kepresidenan Indonesia untuk G20 pada 2022. Ia menyebut pihak Paris akan siap membantu RI menjalankan amanah ini.[cnbcindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan