Sangat Mematikan, Ini 6 Pasukan Elite TNI yang Disegani Dunia

Pasukan elite TNI masyhur di dunia kemiliteran. Kemampuan yang dimiliki oleh setiap personel membuat pasukan ini dihormati sekaligus ditakuti. Harus berpikir seribu kali untuk menghadapi mereka.

Setidaknya ada enam pasukan elite TNI . Masing-masing memiliki spesifikasi kemampuan dan tugas yang berbeda. Pasukan khusus pada masing-masing matra, TNI AD, TNI AL, TNI AU, sengaja dibentuk untuk menghadapi kondisi dan keadaan tertentu.

Berikut ini ulasan pasukan elite TNI yang dikutip dari dokumentasi Youtube Pertahanan Militer:

1. Kopassus

Kopassus merupakan satuan komando tempur yang dimiliki TNI Angkatan Darat. Prajurit Kopassus memiliki kemampuan khusus gerak cepat dalam menembak, pengintaian, dan antiteror. Prajurit Kopassus mudah dikenali dengan baret merah yang disandang, sehingga populer disebut Pasukan Baret Merah. Motto pasukan khusus ini 'Berani, Benar, dan Berhasil'.

Cikal bakal Kopassus adalah Kesatuan Komando Tentara Territorium III/Siliwangi (Kesko TT). Pasukan ini dibentuk oleh Kolonel AE Kawilarang untuk menumpas gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) pada 16 April 1952. Seiring tahun, Kesko TT berubah-ubah nama menjadi Korps Komando Angkatan Darat (KKAD), Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), Pusat Pasukan Khusus Angkatan Darat (Puspassus AD), Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha), dan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Sejak 25 Juni 1996 Kopassus memiliki 5 grup yaitu:
- Grup 1 Para Komando berlokasi di Serang, Banten.
- Grup 2 Para Komando berlokasi di Kartasura, Jawa Tengah.
- Grup 3 Pusat Pendidikan Pasukan Khusus berlokasi di Batujajar, Jawa Barat.
- Grup 4 Sandhiyudha berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur.
- Grup 5 Anti Teror berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur.

Berbagai operasi berhasil dilakukan oleh Kopassus, seperti penumpasan DI/TII, operasi militer PRRI Permesta, Operasi Trikora, Operasi Dwikora, Penumpasan G30SPKI, operasi di Irian Barat serta operasi Seroja di Timor-Timor.

Selain itu, juga berhasil melakukan operasi pembebasan sandera di Bandara Don Muang Thailand, operasi GPK di Aceh, operasi pembebasan sandera di Mapenduma, operasi pembebasan sandera perompak Somalia serta berbagai operasi militer lainnya.

2. Kopaska

Prajurit Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmada I melakukan penyerbuan saat Latihan Peperangan Laut Khusus 2020 di Pulau Damar, Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (30/6/2020). FOTO/ANTARA/M Risyal Hidayat

Kopaska merupakan pasukan khusus yang dimiliki oleh TNI Angkatan Laut. Komando Pasukan Katak berdiri atas arahan Soekarno untuk mendukung kampanye pembebasan Irian Barat pada 31 Maret 1962. Kopaska memiliki tugas untuk menyerang kapal dan pangkalan musuh untuk menghancurkan instalasi bawah air penyiapan perebutan pantai dan operasi pendaratan berkekuatan amfibi.

Kopaska memiliki semboyan Tan Hana Wighna Tan Sirna. Artinya tidak ada rintangan yang tidak dapat diatasi. Untuk menyatukan kekuatan Kopaska yang tersebar di Indonesia, TNI AL membentuk Pusat Komando Pasukan Katak (Puskopaska). Masing-masing, Satuan Komando Puskopaska Armada I, Satuan Komando Puskopaska Armada II, Satuan Komando Puskopaska Armada III.

Kopaska telah berhasil melakukan operasi militer seperti, pembebasan Papua Barat, operasi khusus Dickies Bajak, operasi khusus Lusitania Expresso, dan berbagai jenis operasi lainnya.

3. Denjaka

Detasemen Jalamangkara (Denjaka) merupakan detasemen penanggulangan teror aspek laut. Denjaka adalah satuan gabungan personel Kopaska dan Batalyon Intai Amfibi Marinir AL.

Pada 4 November 1982, TNI Angkatan Laut membentuk Pasukan Khusus AL (Pasusla). Tujuannya untuk menanggulangi segala bentuk ancaman aspek laut seperti terorisme, sabotase, dan ancaman lainnya. Seiring perkembangan, KSAL Laksamana TNI Mochamad Romly menyurati Panglima TNI soal keinginan membentuk Detasemen Jalamangkara atau disingkat Denjaka. Keinginan itu disetujui Panglima TNI, dan 13 November 1984 resmi Denjaka dibentuk.

Detasemen ini menjadi Satuan Antiteror di bawah Komando Pelasana Korps Marinir untuk melaksanakan operasi antisabotase, antiteror aspek laut, antibajak pesawat udara, perang kota hutan, pantai, laut dan intelijen.

Denjaka yang mengenakan seragam warna hitam dan memakai baret ungu memiliki moto Satya Wira Dharma.

4. Paskhasau

Korps Pasukan Khas merupakan satuan khusus di TNI Angkatan Udara. Paskhas adalah pasukan yang bersifat infanteri dengan format organisasi tempur yang memiliki khas bagi kebutuhan matra udara. Paskhas memiliki moto Karmanya Vadikaraste Mafalesu Kadancana yang berarti bekerja tanpa menghitung untung dan rugi.

Satuan ini berdiri atas usulan dari Gubernur Kalimantan Pangeran Insinyur Muhammad Nur yang mengajukan permintaan kepada Aweri mengirimkan pasukan payung ke Kalimantan untuk berbagai tugas pada 1947. Pada 17 Oktober 1947, 13 orang dipersiapkan untuk terjun di Kota Waringin mereka semuanya belum pernah mendapat pendidikan secara sempurna tentang terjun payung ini, kecuali teori dan latihan darat saja.

Tanggal penerjunan ini kemudian dijadikan sebagai Hari Jadi Paskhas TNI AU. Keputusan ini dibuat berdasarkan keputusan Menpan Nomor 54 Tahun 1967 tanggal 12 Oktober 1967 operasi Kota Waringin ini menjadi catatan sejarah sebagai operasi pertama pasukan payung di Indonesia.

5. Tontaipur

Peleton Intai Tempur (Tontaipur) merupakan pasukan berkualitas intelijen tempur Kostrad. Pembinaan satuan berada di Yon Satria Sandi Yudha dalam pengoperasian di bawah kendali Panglima Kostrad yang berkemampuan Tri Matra.

Tujuan pembentukan Peleton Taipur ini untuk melatih dan membentuk personel Kostrad menjadi prajurit Taipur yang memiliki kemampuan khusus dalam melaksanakan tugas operasi di berbagai bentuk medan baik di laut, hutan, gunung, dan perkotaan.

6. Yontaifib

Sejumlah prajurit Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) Korps Marinir TNI AL menembak sasaran saat latihan di Lapangan Tembak, Ksatrian Marinir Hartono Bhumi Marinir, Cilandak, Jakarta, Kamis (12/8/2021). FOTO/ANTARA/M Risyal Hidayat

Batalyon Intai Amfibi (Yon Taifib) merupakan satuan elite Korps Marinir yang memiliki spesialisasi dalam operasi Pengintaian Amfibi dan Pengintaian Khusus. Kesatuan ini sebanding dengan halnya Grup 3/Sandhi Yudha Kopassus dalam jajaran TNI Angkatan Darat. Dahulunya satuan ini dikenal dengan nama KIPAM (Komando Intai Para Amfibi).

Untuk menjadi anggota YonTaifib, calon diseleksi dari prajurit Marinir yang memenuhi persyaratan mental, fisik, kesehatan, dan telah berdinas aktif minimal dua tahun. Salah satu program latihan bagi siswa pendidikan intai amfibi, berenang dalam kondisi tangan dan kaki terikat sejauh 3 km.

Dari satuan ini kemudian direkrut lagi prajurit terbaik untuk masuk ke dalam Detasemen Jala Mangkara (Denjaka), pasukan elite TNI Angkatan Laut.[sindonews.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan