Satgas BLBI Sita Aset Tommy Soeharto Rp 600 M, Selanjutnya Milik Tutut?

Siti Hardijanti Rukmana alias Tutut Soeharto masuk dalam daftar obligor dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) prioritas penanganan Satgas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI. Hal Itu terungkap dari dokumen penanganan hak tagih negara dana BLBI tertanggal 15 April 2021.

Dalam perkara utang piutang tersebut, perempuan yang akrab disapa Mbak Tutut itu tidak menjaminkan aset, melainkan hanya SK Proyek. Secara rinci utang Tutut kepada negara berasal dari PT Citra Mataram Satriamarga sebesar Rp 191,61 miliar. Utang ini belum pernah diangsur sama sekali.

Pengurusan utang didaftarkan di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta V pada 2013. Pengurusan terakhir berupa laporan pemberitahuan surat paksa.

Selanjutnya utang lainnya berasal dari PT Marga Nurindo Bhakti sebesar Rp 471,47 miliar. Utang ini sudah pernah diangsur sekitar Rp1,09 miliar. Pengurusan utang juga didaftarkan di KPKNL Jakarta V pada 2010. Pengurusan terakhir berupa laporan pemberitahuan surat paksa.

Terakhir, berasal dari PT Citra Bhakti Margatama Persada sebesar Rp 14,79 miliar dan US$ 6,51 juta. Pengurusan utang didaftarkan di KPKNL Jakarta V pada 2010 dengan pengurusan terakhir berupa laporan pemberitahuan surat paksa.

Menurut Direktur Hukum dan Humas Ditjen Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu Tri Wahyuningsih Retno Mulyani, pihak Satgas BLBI akan memberikan perkembangan informasi mengenai rencana tersebut.

"Semuanya kita sedang melaksanakan, tapi rencana-rencana itu tentunya tidak bisa kami sampaikan kepada rekan-rekan media. Pada saatnya nanti Ketua Satgas pasti akan update kepada media (mengenai) apa-apa yang sudah dilaksanakan oleh Satgas," katanya dalam bincang virtual, kemarin Jumat (12/11/2021).

Saat ditanya obligor lainnya yang juga sedang diincar oleh Satgas BLBI, dia menjelaskan sementara ini pemerintah fokus mengurusi beberapa pengutang BLBI.

Diketahui yang sementara ini asetnya mulai disita oleh negara adalah milik Tommy Soeharto, lalu Nirwan Dermawan Bakrie dan Indra Usmansyah Bakrie dkk, serta sejumlah pengutang lainnya.

"Jadi untuk Satgas BLBI ini kan kita dibagi per pokja, terus kemudian kita juga ada pelaksana lain, ada khusus tanah dan sebagainya. Jadi kita bergerak secara bersama-sama untuk melihat berkas, untuk melihat permasalahan, untuk ke lapangan juga, untuk mengeksekusi dan memproses," lanjutnya.

Dia menjelaskan yang masih dalam proses penanganan belum bisa dipublikasikan. Tri memastikan apa yang perlu disampaikan ke publik pasti akan disampaikan.

"Nggak mungkin kami sampaikan (sekarang) karena saya juga baru selesai rapat terkait tindak lanjut dari yang empat, dari yang lain dan sebagainya. Tapi itu kan tidak mungkin kami sampaikan, biarlah tim ini bekerja. Nanti kalau memang harus disampaikan kepada forum pasti akan disampaikan oleh Ketua Satgas yang beberapa kali beliau sudah sampaikan juga update-nya kepada rekan-rekan media," tambahnya.[detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan