Setneg: Jokowi Bantu SBY Merupakan Amanah Kenegaraan, Itu Sumpah Beliau

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin terkait bantuan untuk menjalani pengobatan di Amerika Serikat (AS).

Stafsus Mensesneg, Faldo Maldini, mengatakan seluruh masyarakat Indonesia berharap agar SBY terus sehat. Bantuan Jokowi, lanjutnya, adalah amanah kenegaraan.

"Apa yang dilakukan Presiden Jokowi merupakan sebuah amanah kenegaraan. Itu sumpah beliau kepada rakyat dan Allah SWT. Rakyat Indonesia juga mendoakan agar Presiden SBY dapat segera pulih, segar, dan sehat," kata Faldo kepada wartawan, Selasa (23/11/2021) malam.

Sikap Jokowi juga dipuji politikus Partai Demokrat, Andi Arief. Andi Arief menilai Jokowi dan SBY punya kesamaan sikap yakni meninggalkan tradisi dendam terhadap pemimpin terdahulu.

Terkait hal itu, Faldo menyebut pemimpin negara sudah pasti akan mendahulukan kebijaksanaan, baru setelah itu kepentingan politik, ekonomi, dan lain-lain. Dia menegaskan negara ini tetap berjalan meski ada silang pendapat antara pemimpinnya.

"Pemerintahan tetap bekerja meski ada soal-soal personal di antara pembuat kebijakan. Pelayanan tetap optimal meskipun ada ketidaksukaan antar-elite. Saya rasa di situ, wisdom pemimpin-pemimpin kita yang layak jadi teladan. Mendahulukan kepentingan umum, negara, dan rakyat di atas ketersinggungan, kepentingan golongan, dan ego pribadi," ucapnya.

"Urusan dendam personal biarkan jadi personal, bukan masalah negara dan rakyat Indonesia. Meski ada masalah di antara para pemimpin, yang jauh lebih penting, urusan negara tetap jadi yang utama. Negara tetap negara, tidak bergantung pada hubungan satu-dua orang. Ini teladan pentingnya," tambahnya.

Sebelumnya, politikus Partai Demokrat Andi Arief buka suara terkait sikap Presiden Jokowi yang membantu pengobatan kanker prostat yang dialami Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sikap Jokowi, disebut Andi Arief, sama seperti SBY saat memimpin.

"Pak SBY memperlakukan pendahulunya dengan sangat baik di saat sakit hingga wafat," kata Andi Arief dalam cuitannya di akun Twitter, Selasa (23/11).

Andi Arief mengenang perlakuan baik Jokowi saat Ani Yudhoyono wafat. Andi Arief mengatakan Jokowi dan SBY mencerminkan pemimpin yang meninggalkan tradisi dendam.

"Pak Jokowi juga demikian, kita sama-sama menyaksikan bagaimana perlakuannya pada Ibu Ani dan Pak SBY saat sakit. Kedua pemimpin yang memilih meninggalkan tradisi dendam antar pemimpin," ujarnya.

SBY Berterima Kasih ke Jokowi

SBY menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Dia mengatakan Jokowi-Ma'ruf telah banyak membantu dirinya untuk menjalani pengobatan kanker prostat di Amerika Serikat (AS).

"Secara khusus saya menyampaikan ucapan terima kasih yang tidak terhingga kepada Bapak Presiden Jokowi dan Bapak Wakil Presiden Ma'ruf Amin atas kepedulian, perhatian, dan bantuannya untuk kelancaran pengobatan saya di Amerika Serikat," kata SBY dalam video yang diunggah di akun Instagram @aniyudhoyono, seperti dilihat detikcom, Selasa (23/11).

SBY juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendoakannya. Dia berharap semua yang mendoakannya diberi kesehatan dan dijauhkan dari penyakit kanker seperti yang dialaminya.

"Semoga selalu mendapat perlindungan dari Allah, kesehatan lahir dan batin dan terbebas dari penyakit kanker yang sama-sama kita cemaskan," ucap SBY.

SBY mengatakan operasi kanker prostat yang dilakukan di Mayo Clinic, Rochester, AS, berjalan lancar. Da mengatakan saat ini dirinya sedang menjalani proses pemulihan di AS.

"Pascatindakan medis ini, major surgery saya masih melakukan pemulihan atau recovery setelah operasi besar itu yang saya lakukan di Rochester, hari ini saya juga melakukan control. Sejauh ini pascatindakan yang dilaksanakan 11 hari yang lalu tim dokter menyimpulkan bahwa apa yang saya alami sesuai perkiraan bagi siapapun yang menjalani operasi pengangkatan kanker prostat," kata SBY. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan