Sri Mulyani Mendadak Jadi Guru Sekolah, Wah Ngajar Apa ya?

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menceritakan dahsyatnya dampak pandemi Covid-19 bagi Indonesia. Hal ini diceritakan kepada ribuan pelajar mulai dari SD, SMP, SMA dan juga SLB yang ikut dalam Kementerian Keuangan Mengajar ke-6 secara virtual.

Ia menjelaskan dampak ini dirasakan oleh seluruh umat di dunia tanpa terkecuali. Tanpa membedakan usia, ras, agama dan juga jenis kelamin.

"Pengaruhnya luar biasa karena virus ini cepat sekali menular, transmisinya cepat dan bermutasi. Seperti kalian nonton film-film mutan-mutan itu, virus ini juga berubah seperti itu. Virusnya kadang berubah menjadi ganas dan cepat menyebar. Kita sudah alami dampak Covid-19 mempengaruhi masyarakat dunia selama 1 tahun 8 bulan ini," ujarnya, Selasa (9/11/2021).

Untuk Indonesia ia menjelaskan dampak yang dirasakan adalah berhentinya aktivitas perekonomian. Sebab, banyak yang harus menutup toko dan tidak bisa berjualan dan masyarakat memilih untuk tinggal di rumah demi menghindari terjadinya penularan.

Pusat perbelanjaan, gedung bioskop, tempat rekreasi, hiburan dan swasta harus ditutup untuk menghindari kerumunan dan penyebaran virus.

"Banyak murid-murid di sini yang pasti merasakan harus sekolah dari rumah, orang tua kerja dari rumah dan kalian tentu sekarang tidak bisa melakukan perayaan hari besar seperti 17 Agustusan kemarin tidak ada upacara bendera secara fisik, harus virtual. Kalian nggak bisa pulang kampung, liburan natal dan tahun baru yang semua dibatasi agar tidak terjadi penularan. Jadi Covid-19 memberikan dampak yang luar biasa, tidak pilih-pilih," jelasnya.

Di sinilah fungsi keuangan negara dinilai berperan sangat penting dalam mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19. Keuangan negara atau APBN menjadi instrumen yang penting untuk membantu menyelamatkan ekonomi sekaligus masyarakat yang sangat tertekan atau kehilangan mata pencaharian.

"Pemerintah menggunakan instrumen alat yang penting yakni keuangan negara. Keuangan negara menjadi alat yang diandalkan. Artinya negara memiliki instrumen keuangan untuk membantu rakyat dan ekonomi yang terkena musibah luar biasa," imbuhnya.

Bendahara negara ini merinci bantuan yang telah diberikan melalui keuangan negara adalah pemenuhan kebutuhan pokok melalui bantuan sosial (bansos) uang tunai, sembako hingga BLT dana Desa bagi seluruh masyarakat yang sangat terdampak Covid-19.

Selain itu, pemerintah juga membantu para pekerja dengan memberikan bantuan subsidi upah hingga para siswa-siswi dan guru-guru dibantu untuk bisa melakukan kegiatan belajar mengajar jarak jauh atau virtual dengan memberikan subsidi kuota internet.

"Kalian kalau belajar menggunakan subsidi kuota, itu tidak berarti gratis. Karena yang membayar adalah negara. Itulah yang dilakukan oleh pemerintah menggunakan keuangan negara. Secara cepat merespon pada saat rakyat menghadapi musibah," tegasnya.[cnbcindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan