Telan Dana Rp846 Miliar, Begini Penampakan Bendungan Margatiga yang Diisi Air Awal 2022

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan konstruksi Bendungan Margatiga di Lampung ditargetkan kelar pada akhir tahun ini, dengan pengisian air awal (impounding) pada trimester I atau awal tahun depan. Adapun progres pembangunan bendungan tersebut saat ini mencapai 85 persen.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan bendungan tersebut untuk peningkatan volume tampungan air. Dengan begitu suplai air irigasi ke lahan pertanian terus terjaga, penyediaan air baku, dan pengendalian banjir. 

"Pembangunan bendungan akan diikuti dengan pembangunan jaringan irigasinya, sehingga dengan adanya suplai air yang kontinu dari bendungan, petani yang sebelumnya hanya satu kali tanam setahun, bisa bertambah menjadi 2-3 kali tanam," kata dia dalam keterangannya, Minggu (7/10/2021).

Bendungan Margatiga membendung aliran Sungai Way Sekampung di daerah hilir untuk dimanfaatkan sebagai pengairan Daerah Irigasi di Provinsi Lampung seluas 16.588 hektare (ha), yakni DI Jabung kanan 10.950 ha dan DI Jabung kiri 5.638 ha. Bendungan yang berlokasi di Desa Negeri Jemanten dan Desa Trisinar ini memiliki kapasitas tampung 42,31 juta meter kubik (m3) dengan luas genangan 2.314 ha. 

Telan dana Rp846 miliar, begini penampakan Bendungan Margatiga yang diisi air awal 2022. Foto: Kementerian PUPR
Telan dana Rp846 miliar, begini penampakan Bendungan Margatiga yang diisi air awal 2022. Foto: Kementerian PUPR
Suplai air dari bendungan yang merupakan salah satu Program Strategis Nasional di bidang Sumber Daya Air ini diharapkan bisa membantu petani meningkatkan intensitas tanamnya, jika dibandingkan dengan metode tadah hujan yang hanya satu kali dalam setahun. Bendungan ini juga dipersiapkan untuk memasok air baku sebesar 0,83 m3/detik untuk Kabupaten Lampung Timur. 

Konstruksi Bendungan Margatiga didesain dengan tipe urugan yang memiliki tinggi mencapai 28,75 meter, panjang puncak 321,76 meter, dan lebar puncak 7 meter. Dengan saluran pengelak tipe open channel, Bendungan Margatiga diproyeksikan dapat mereduksi banjir sebesar 83.10 m3/detik untuk sebagian wilayah Bandar Lampung dan Lampung Timur, konservasi air dan berpotensi sebagai destinasi pariwisata baru di Lampung Timur. 

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung Ditjen SDA Kementerian PUPR Alexander Leda mengatakan, pembangunan Bendungan Margatiga menggunakan anggaran APBN dengan nilai kontrak Rp846 miliar yang dikerjakan kontraktor PT Waskita Karya-Adhi (KSO).

"Untuk konstruksi Bendungan kami targetkan selesai Desember 2021, tetapi masih belum bisa impounding karena di area genangan masih ada lahan yang saat ini masih dalam proses pembebasan. Kami targetkan trisemester I 2022 sudah selesai semua dan siap impounding (pengisian air awal)," tuturnya.[inews.id]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan